

inNalar.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin angkat bicara atas keprihatinannya terhadap jumlah warga sipil yang terbunuh di Israel dan Jalur Gaza.
Presiden Rusia tersebut angkat bicara mengenai kebijakan Washington di Timur Tengah.
Menurut pimpinan besar Rusia tersebut Washington di Timur Tengah telah gagal, karena tidak memperhitungkan kebutuhan rakyak Palestina.
Meskipun militer Rusia dituduh membunuh ribuan warga sipil sejak adanya invasi besar-besaran ke Ukraina tahun lalu.
Dilansir dari Al Jazeera, Vladimir Putin tetap merasa prihatin atas terbunuhnya ribuan warga sipil di Israel dan Jalur Gaza tersebut.
Kemudian, pernyataan Putin mengenai usaha Washington dalam memonopoli perdamaian antara Israel dan Palestina juga menarik perhatian publik.
Sebab, perdamaian antara Palestina dan Israel merupakan sesuatu hal yang dinilai sedikit agresif.
Kemudian, pimpinan besar Rusia tersebut juga menuduh Amerika Serikat karean tidak memiliki tekad dalam mencari solusi atas perdamaian kedua belah pihak negara tersebut.
Dianggapnya, AS justru malah memaksakan ide-idenya secara pribadi dalam mencari penyelesaian konflik kedua belah pihak tersebut.
Baca Juga: Bikin Geger! Candi Peninggalan Majapahit di Sidoarjo Jawa Timur Ini Dikelilingi oleh Semburan Lumpur
Rakyat Palestina dianggap telah diabaikan atas kebutuhan negara merdeka yang mereka dambakan.
Namun, perlu digaris bawahi bahwa Vladimir Putin tidak menyebutkan peran Rusia dalam perdamaian kedua negara di Timur Tengah tersebut.
Namun, pihkaknya bersama AS, PBB, dan Uni Eropa, serta Moskow hanya bertugas untuk menengahi perundingan perdamaian kedua negara itu.
Juru bicara Vladimir Putin, yakni Dmitry Peskov menyatakan, “Kami bermaksud untuk terus melakukan upaya dan memainkan peran kami dalam memberikan bantuan untuk mencari cara penyelesaian,”.
Itulah informasi mengenai kabar terbaru tanggapan Presiden Rusia atas banyaknya jumlah warga sipil yang terbunuh di Israel dan Jalur Gaza.***