

inNalar.com – PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan sejak tahun 2005 lalu.
Dilansir inNalar.com dari kapuasprima.co.id, awalnya bijih besi merupakan hasil tambang yang di produksi oleh perusahaan ini.
Pada tahun 2014, ZINC fokus kepada produksi Galena (PbS) sehubungan dengan harga pasar bijih besi yang makin merosot.
Wilayah penambangan ZINC yang telah mendapatkan ijin adalah seluas 5,569 Ha dimana potensi deposit Galena (PbS) yang dapat ditambang masih sangat besar.
Diketahui bahwa, pada periode terbaru yakni triwulan III tahun 2023 telah mengumumkan laporan keuangan resminya.
Bersumber dari laporan keuangan resminya, diketahui jumlah penjualan dan pendapatan perseroan ini mencapai Rp372 miliar.
Sementara itu, jumlah beban pokok penjualan yang nominalnya sebesar Rp289 miliar.
Secara keseluruhan, pada triwulan III tahun 2023, jumlah laba bersih PT Kapuas Prima Coal Tbk mencapai Rp7 miliar.
Sedangkan angka tersebut berada jauh dibawah jumlah laba bersih perusahaan pada tahun lalu yakni sebesar Rp12,9 miliar.
Hal tersebut berarti jumlah keuntungan perseroan turun sebesar Rp5,9 triliun dalam setahun.
Alami kemerosotan laba bersih, diketahui pula jumlah utang ZINC juga semakin meroket.
Jumlah utang jangka pendek PT Kapuas Prima Coal Tbk sejumlah Rp273 miliar.
Sementara itu, jumlah utang jangka panjangnya sebesar Rp1,5 triliun pada triwulan III 2023.
Secara keseluruhan, besaran utang Zinc pada triwulan III 2023 sebesar Rp1,8 triliun.
Angka tersebut lebih besar dibanding jumlah utang perusahaan pada tahun lalu diperiode yang sama yakni mencapai Rp1,7 triliun.***