Joe Biden Sebut Hamas Tidak Membela Hak Rakyat Palestina Atas Martabat dan Penentuan Nasib Sendiri

inNalar.com – Joe Biden mengutuk serangan teror yang dilakukan oleh Hamas ke Israel.

Pada 10 Oktober, Joe Biden berbicara untuk mendukung Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel Selatan

Joe Biden juga memeringatkan terhadap tindakan kebencian baik terhadap komunitas Yahudi atau Muslim di AS.

Baca Juga: Tidak Cukup Hancurkan Rumah Sakit Palestina, Masjid Muslim Care Malaysia Ikut Diporak-porandakan Israel

Ia menggambarkan serangan 7 Oktober tersebut sebagai kejahatan yang murni dan tidak tercemar.

Biden juga menggambarkan Hamas sebagai kelompok yang menyatakan tujuannya untuk membunuh orang-orang Yahudi.

Presiden AS tersebut menuduh Hamas melakkan kejahatan perang dengan kematian lebih dari seribu warga sipil.

Baca Juga: Israel Targetkan Perbatasan Rafah dengan Gaza, Jatuhkan Bom serta Buat Warga Mesir dan Palestina Luka-luka

Mengingat serangan tersebut tak hanya pembunuhan, melainkan pemerkosaan, mutilasi, dan penculikan.

Joe Biden mengonfirmasi pada kesempatan tersebut bahwa setidaknya terdapat 14 warga Amerika tewas dalam serangan tersebut.

Biden memberikan dukungan penuh kepada Israel dan akan memastikan Israel akan memiliki apa yang dibutuhkan untu menjaga warganya.

Baca Juga: UPDATE: Korban Tewas Serangan Hamas di Israel Naik Jadi 1.200 Jiwa, Palestina Terancam Hidup di Kegelapan

Kemudian, Biden menarik garis batas antara Hamas dan rakyat Palestina dengan mengatakan bahwa kelompok tersebut tidak membela hak rakyat Palestina atas martabat dan penentuan nasib sendiri.

Dia menuduh Hamas menggunakan warga sipil Palestina sebagai ‘perisai manusia’.

Biden mengaku bahwa ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sebanyak tiga kali.

Namun, Biden juga mengatakan bahwa penting bagi negara demokrasi seperti AS dan Israel untuk membedakan dirinya dari teroris terutama melalui kepatuhan terhadap hukum perang.

Hal ini mungkin merupakan upaya untuk memberi sinyal bahwa AS ingin Israel berupaya membatasi korban sipil dalam respons militernya.

Hingga kini, AS akan meningkatkan bantuan militer tambahan, termasuk amunisi dan pencegat untuk sistem anti-rudal Iron Dome.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]