Joe Biden Kecam Serangan ‘Licik’ Hamas ke Israel: Tidak Ada Pembenaran untuk Terorisme

InNalar.com – Joe Biden mengecam serangan Hamas ke Israel. Ternyata tidak ada pembenaran untuk terorisme

Presiden Joe Biden mengambil tindakan mendesak untuk keamanan Israel usai militan Hamas menewaskan ribuan orang.

Tewaskan ribuang orang ini diakibatkan oleh serangan brutal pada hari Sabtu, termasuk juga untuk kematian di Amerika.

Baca Juga: Joe Biden Sebut Hamas Tidak Membela Hak Rakyat Palestina Atas Martabat dan Penentuan Nasib Sendiri

Melansir Kansas Reflector, sekitar 14 orang Amerika ini terkenal serangan brutal dan setidaknya 20 orang Amerika yang hilang tidak diketahui.

Hal ini membuat pemerintah dan anggota Kongres menjanjikan dukungan kepada Israel.

“Pemerintah juga siap untuk mengirimkan bantuan keamanan yang tersedia ke sekutu utamanya di Timur Tengah” ujar Biden setelah panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berakhir tepat di usai pukul 1 siang waktu Timur.

Baca Juga: Tidak Cukup Hancurkan Rumah Sakit Palestina, Masjid Muslim Care Malaysia Ikut Diporak-porandakan Israel

Tidak dibenarkan untuk perihal terorisme, tidak ada alasan. Hamas tidak membela hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri” ujar Biden.

Menurut Departemen Luar Negeri, Blinken melaksanakan perjalanan ke Israel dan Yordania mulai Kamia untuk bertemu dengan pejabat pemerintah.

Mario Diaz-Balart juga mendukung paket bantuan besar, hal ini dikatakan saat sedang diwawancarai.

Baca Juga: Israel Targetkan Perbatasan Rafah dengan Gaza, Jatuhkan Bom serta Buat Warga Mesir dan Palestina Luka-luka

“Jumlah uang ini akan menjadi uang yang substansial, karena saya pikir kita semua terkejut dengan apa yang kita lihat dan terjadi.” ujar Diaz-Balart.

Serangan yang dilakukan merupakan serangan terhadap warga sipil, bukan serangan terhadap fasilitas militer.

Serangan udara dan darat ini dilancarkan ke beberapa kota dan desa Israel mulai Sabtu.

Akibat serangan ini, korban tewas Israel meningkat menjadi lebih dari 1000 orang.

Selain itu, sebanyak 2400 orang terluka dan 605 orang dirawat di rumah sakit.

Hamas pun mengancam dan akan menyiarkan kasus ini sebagai tanggapan atas Israel yang menyerang sasaran di jalur Gaza.

Sebagian besar anggota DPR AS juga telah mendukung kepada Israel. Beberapa anggota juga menyerukan untuk mendukung pembalasan keras oleh Israel.

Israel juga sudah menjadi penerima terbesar bantuan AS sejak negara didirikan, yaitu setelah perang dunia ke II.

Departemen luar negerinya juga sudah menetapkan jika kelompok yang melakukan penyerangan adalah organisasi teroris pada tahun 1997.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]