

inNalar.com – Setelah mencuatnya beberapa kenyataan baru mengenai kasus Jessica Wongso. Publik Kembali digegerkan dengan terbongkarnya fakta-fakta baru perihal penyelidikan kasus Kopi Sianida ini.
Publik sempat dibuat heboh dengan kenyataan yang tertera dalam Dokumenter yang ditayangkan Netflix tahun 2023 lalu.
Pasalnya, suasana itu kembali heboh ketika masa tahanan Jessica Wongso sudah berjalan cukup lama.
Rismon H. Sianipar dalam podcastnya bersama Uya Kuya mengatakan ada banyak kecerobohan yang dilakukan pihak penyidik sehingga bisa dia temukan bukti ilmiahnya.
Dalam podcast ini, Rismon menjelaskan beberapa poin kejanggalan yang berhasil dia telusuri.
Ahli forensik ini juga mengungkap dua nama yang disamarkan sebagai bagian yang berkontribusi besar dalam rekayasa ini.
Baca Juga: Peluang Emas Gaji PNS Rp6,4 Juta! ANRI Buka Formasi CPNS 2024 Lulusan S1, Ini Posisinya
Dirinya menjelaskan bahwa dalam penyelidikan, ada beberapa kamera CCTV yang dijadikan bukti. Dalam beberapa CCTV tersebut, terdapat rekaman dari gerak gerik Jessica Wongso.
Rismon mengungkap bahwa aturannya, isi folder dari CCTV seharusnya sama.
Namun terdapat perbedaan barang bukti saat dihadirkan saksi yang berbeda.
Baca Juga: Di Balik Status Terpidana Jessica Wongso di Kasus Kopi Sianida, Otto: Semuanya Dipengaruhi Atasan
Saat persidangan dengan Agus Triyono sebagai saksi mata, tedapat 11 file dalam folder.
Namun pada saat Jessica Wongso hadir, di persidangan tersebut isi folder bertambah menjadi 13.
Dalam kejanggalan ini, dirinya menemukan adanya keterangan “date modified” pada tanggal 21 dan 26 Juli 2016.
Baca Juga: AWAS KELIRU! Begini Ketentuan Swafoto dan Pasfoto yang Benar saat Pendaftaran CPNS 2024
Dalam hal ini dirinya mengatakan bahwa adanya 2 folder CCTV ditambahkan saat sidang berlangsung dan tidak diberikan kepada hakim dan pengacara.
Pada folder CCTV lain, terdapat pula perbedaan saat didatangkan dua saksi.
Pada tanggal 28 juli 2016 saat dihadirkan manajer caffee sebagai saksi, di dalam isi folder CCTV terdapat 1 video berwarna dan 1 keabuan.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Hal 131 Kelas 6 SD Bab 5 Kurikulum Merdeka
Sedangkan pada tanggal 20 juli saat didatangkan pengantar minuman sebagai saksi, di dalam folder tersebut terdapat 2 rekaman berwarna dan 1 keabuan.
Selain itu, di dalam folder CCTV yang lain,saat pemutaran video terdapat 2 file. Sedangkan saat sidang saksi pengantar minuman, isi file berjumlah 4.
Rismon mengungkap bahwa adanya Tindakan manipulasi dan rekayasa yang dilakukan oleh ahli digital forensik di Bawah pemandu petinggi Polda Metrojaya yang kini menjadi Dirjen.
Selain perbedaan jumlah file, terdapat kejanggalan yang ditemukan yaitu Ketika Jessica Wongso dituduh menaruh sedotan Mirna Salihin.
Rismon menjelaskan dalam bukti ini, terdapat fakta bahwa pergerakan tangan Mirna dari peralihan sedotan di atas meja dan gelas kopi, resolusinya dihancurkan.
Hal ini menyebabkan rekaman menjadi sangat kabur dan putus-putus pada bagian ini.
Selain itu, Rismon juga mengungkap mengenai pergerakan paper bag yang terjadi menjadi sejajar bisa saja hasil editan.
Rismon mengungkap dirinya saat maju menjalani penyelidikan, labolatorium forensik digital saat itu bukan sebagai labolatorium forensic, melainkan berubah menjadi studio animasi.***