Jerman Tolak Peta Dunia Versi Israel dan Serukan Palestina Sebagai Negara yang Diakui! Apa Alasannya?

 

inNalar.com – Pemerintah Jerman membuat geger para pejabat luar negeri yang kala itu hadir dalam Sidang Umum PBB ke 78 yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

Pemerintah Jerman dengan tegas menolak peta dunia yang diklaim dan ditunjukkan oleh Perdana Menteri (PM) Israel yang diketahui tidak memunculkan letak keberadaan negara Palestina di sana.

Benyamin Netanyahu yang merupakan Perdana Menteri Israel malah menyebutkan nama “Timur Tengah Baru” untuk negara Palestina.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Gambar Sampul Buku Ini dan Lihat Karakter Kalian, Tipe Romantis atau Realistis?

Yang kemudian dipamerkannya peta dunia terbaru milik Israel yang ternyata sengaja menghilangkan negara Palestina dari sana.

Rupanya apa yang dilakukan oleh Perdana Menteri Israel memancing kritik dan penolakan dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, yaitu Sebastian Fischer.

“Menampilkan peta yang tidak menunjukkan wilayah-wilayah yang diduduki atau dirampas. Dapat dikatakan sebagai bentuk penjajahan dan kami menolaknya.“

Baca Juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina Hancur Diserang Zionis Israel! Korban 1 Orang Tenaga Medis Tewas

Kecaman dan penolakan pihak pemerintah Jerman kepada peta dunia terbaru versi Israel ini dilakukan pada saat konferensi pers di Berlin, Jerman.

Pemerintah Jerman yang diwakili oleh Sebastian Fischer juga mengatakan bahwa apa yang saat ini dilakukan oleh Benyamin Netanyahu dan Israel sangat keliru.

Karena tidak membantu ke arah upaya mencapai “solusi dia negara” yang adil.

Baca Juga: Ironis! Tawuran Antar Pelajar Melibatkan 2 SMK di Karangwaru Yogyakarta, Begini Kronologi Lengkapnya

Sebab Jerman sangat menjunjung tinggi dan berpedoman pada komitmen “solusi dua negara” (Two-State Solution) yaitu “Palestina-Israel”.

Diketahui bahwa negara Palestina telah lama berada dalam tekanan dan serangan konflik dengan Zionis Israel yang merampas paksa wilayah penduduk sana.

Tujuannya adalah menguasai seluruh wilayah tanah Palestina untuk dijadikan negara Israel seutuhnya.

Padahal bila dilihat dari sejarah, Israel merupakan para pengungsi Yahudi yang kala itu harus bermigrasi ke negara-negara yang mau menampung mereka.

Setelah adanya tragedi pembantaian Yahudi yang dilakukan oleh Nazi Jerman dipimpin oleh Adolf Hitler pada Perang Dunia II lalu di Auschwitz.

Tragedi ini juga dikenal sebagai tragedi Holocaust atau Shoah yaitu tindakan genosida terhadap kurang lebih 6juta orang Yahudi Eropa.

Saat itu sebagian besar pengungsi Yahudi yang terusir dari negara Jerman ada yang pergi ke negara Palestina yang saat itu berbaik hati menampung mereka sebagai bentuk kemanusiaan.

Namun rupanya kebaikan Palestina justru dikhianati bahkan kini tanah air penduduknya dirampas secara kejam oleh Zionis Israel.

Jika pihak Israel tetap enggan merubah atau merevisi peta dunia yang tidak menampilkan negara Palestina di dalamnya, Pemerintah Jerman akan tetap berada di sisi Palestina sebagai negara yang diakui dunia.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]