Jepang Alami Over-Inventory, Kinerja Penjualan Ekspor Produk Kayu Perusahaan Sawit di Kalimantan Timur Ini Terperosok hingga…


inNalar.com –
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) adalah perusahaan sawit di Kalimantan Timur yang mengawali fokus bisnisnya di bidang perkayuan.

Seiring berjalannya waktu, perseroan menggeluti kedua bidang meliputi produk minyak sawit mentah dan produk kayu.

Teruntuk performa kinerja sawit, perusahaan mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2023.

Baca Juga: Bakal Dipoles Cantik, Pemprov Kepulauan Riau Revitalisasi Pasar Malam di Karimun Ini Keruk Dompet APBD hingga Rp1,3 Miliar

Sebaliknya, segmen bisnis perkayuan mengalami kelesuan utamanya dalam hal kinerja ekspor.

Hal tersebut tampak dari perbandingan antara pencapaian volume produksi dan penjualan di antara kedua lini bisnisnya.

Segmen bisnis Crude Oil Palm (CPO) mengalami peningkatan secara umum, yakni sebesar 3,5 persen.

Baca Juga: Anggrannya Fantastis hingga Rp2,2 Triliun, Pembangunan SPAM di Wonogiri Ini Sempat Mundur, Kapan Rampung?

Sementara untuk bisnis kayu, perusahaan sawit di Kalimantan Timur ini mengalami kemerosotan penjualan ekspor sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan DSNG kuartal III tahun 2023, hasil penjualan ekspor kayu perseroan sebesar Rp685 miliar.

Padahal pada pencapaian tahun sebelumnya, nilai penjualan mampu menembus Rp1,14 triliun.

Baca Juga: Sumbang Revenue PGEO 86 Juta USD, PLTP Ulubelu di Lampung PT Pertamina Geothermal Energy Sukses Aliri Listrik 244.000 Rumah, Kapasitasnya…

Namun lain halnya dengan kinerja penjualan dalam negeri, DSNG tetap mencatatkan ritme penjualan yang meningkat.

Terbukti pada tahun 2022, PT Dharma Satya Nusantara mencatatkan penjualan lokal hanya di level Rp40,2 miliar.

Pada tahun selanjutnya, penjualan berhasil menggapai jauh hingga Rp107 miliar.

Baca Juga: Terbuat Dari Putih Telur, Masjid Raya di Tanjungpinang Ini Dipermak Cantik Pemprov Kepulauan Riau, Biaya Pugar Sedot Dana Jumbo hingga…

Dengan demikian, total gabungan kinerja ekspor dan dalam negeri pada tahun ini mencapai Rp792,71 miliar.

Lantas, apa penyebab kelesuan performa kinerja produk kayu dari perusahaan yang berbasis di Kalimantan Timur ini?

Diungkap dalam keterangan tertulis perusahaan bahwa penyebabnya ada dua faktor.

Baca Juga: Laba Bersihnya Anjlok Rp6,5 Miliar, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) Catatkan Pertambahan Besaran Utang

Faktor pertama, kemerosotan kinerja ekspor adalah dikarenakan kondisi suku bunga yang terus meningkat di berbagai negara setidaknya sejak Maret 2022.

Faktor kedua, dikarenakan Jepang mengalami kelebihan persediaan kayu yang mempengaruhi adanya penurunan volume permintaan dan harga jual produk kayu dari perusahaan.***

Rekomendasi