

inNalar.com – Dibalik aromanya yang khas, ternyata jengkol memiliki banyak keunikan yang selama ini jarang diketahui.
Sama seperti durian, salah satu sayuran khas Indonesia ini juga berimbang dalam hal jumlah orang yang menyukai dan tidak menyukainya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumatera Barat adalah daerah yang paling banyak memproduksi jengkol pada tahun 2023 dengan angka 21.295 ton.
Baca Juga: Getirnya Realitas Pendidikan di Papua: Guru Berkualifikasi Tinggi Sulit Bertahan Karena…
Tak heran jika banyak ditemui berbagai macam olahan jengkol dari daerah ini seperti gulai jengkol, jengkol balado, sambalado tanak, gulai pucuk ubi, dan masih banyak lagi.
Meski kalian termasuk orang yang menikmati kelezatan sayuran ini, kalian tetap harus membatasi konsumsinya karena tidak baik jika berlebihan.
Berikut ini kami rangkumkan 6 fakta mengejutkan di balik aromanya yang khas.
Baca Juga: 10 Provinsi Tersantai di Indonesia: Pemudanya Banyak yang Pengangguran, Bukan di Jawa Barat, Tapi…
1. Tinggi serat
Bagi kalian yang sedang mengalami kesulitan BAB, mengonsumsi sayuran satu ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
Pasalnya, kandungan serat dalam jengkol terbilang tinggi seperti jenis kacang-kacangan yang lainnya.
Baca Juga: Kualitas Pendidikan di Papua Rendah: Lebih dari 50 Persen Kelas Rusak Bahkan Gak Punya Toilet
2. Mengandung vitamin
Selain tinggi serat, ternyata sayuran khas Sumatera Barat ini juga mnegandung vitamin A, vitamin B1, dan juga vitamin C.
Meski kandungan vitamin per 100 gram-nya tidak begitu banyak dan juga tetap perlu dibatasi karena bisa membahayakan ginjal jika dikonsumsi berlebihan.
Baca Juga: Terbelit Tunggakan Rp41 Miliar, Pabrik Kertas Tertua di Jawa Timur Ini Resmi Bangkrut
3. Baunya bisa dikurangi dengan kopi
Baru ingin mencicipi tapi sudah tidak tahan dengan baunya? Tenang, ada solusi untuk mengurangi baunya.
Kalian bisa merendamnya dalam air cucian beras dulu lalu merebusnya dengan bubuk kopi.
Baca Juga: Pernah Merajai Pasar Sejak 1912, Pabrik Rokok Legendaris di Jawa Timur Ini Akhirnya Dicaplok Asing
Meski tidak bisa menghilangkan bau sepenuhnya, namun setidaknya upaya ini bisa mengurangi bau menyengatnya.
4. Jengkol tidak menyebabkan kolesterol naik
Selama ini masyarakat meyakini bahwa mengonsumsi jengkol mengakibatkan jumlah kolesterol dalam darah naik.
Baca Juga: Pecat 1.500 Karyawan, Pabrik Ban Terbesar di Cikarang Resmi Bangkrut Setelah Ditinggal Konsumen
Faktanya, tidak ada satupun jurnal penelitian yang membuktikan hal tersebut.
Anggapan ini muncul bisa jadi dikarenakan proses pengolahannya yang sering dimasak bersama santan, sehingga yang menaikkan kolesterol bukanlah dari sayuran ini.
5. Mentimun bisa hilangkan bau jengkol di mulut
Baca Juga: Berdiri Sejak 1994, Pabrik Sepatu Raksasa di Jawa Barat Ini Chaos Gegara Terlilit Utang Miliaran
Jika kalian penyuka salah satu jenis polong ini tapi tidak percaya diri dengan bau mulut setelahnya, kalian bisa mengonsumsi timun.
Timun akan memicu produksi air liur yang membantu menghilangkan bakteri penyebab bau mulut.
6. Jengkol tidak hanya ada di Indonesia
Jenis polong-polongan ini bisa dijumpai di negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, dan Filipina.
Meski bisa dijumpai di negara lain, namun jengkol tidak bisa kita temukan di benua Eropa karena iklimnya kurang cocok.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi