

inNalar.com – Keberadaan Sungai Tondano sepanjang hampir 40 kilo meter yang bermuara di Kota Manado membuat banyak daerah di Sulawesi Utara membutuhkan infrastruktur jembatan penghubung dua daratan.
Salah satu jembatan yang masuk dalam jajaran jembatan tertua di Manado ini adalah Jembatan Megawati.
Hingga kini Jembatan legendaris ini pun masih digunakan para pelintas sebagai salah satu infrastruktur yang berperan sebagai penggerak roda perekonomian Kota Manado.
Proyeksi panjang Pemkot Manado terkait Jembatan Megawati dan Jembatan Soekarno ke depannya adalah nantinya kedua jembatan tersebut akan terhubung dengan tol Manado-Bitung.
Jarak Jembatan tertua di Manado ini dengan Jembatan Soekarno pun sangat dekat, hanya berjarak sekitar 700 meter.
Dibangun pada tahun 1950, ternyata jembatan ini dahulunya dikenal dengan nama Singkil Brug, baru kemudian diubah namanya menjadi Jembatan Megawati.
Jembatan paling legendaris di Kota Manado ini rupanya menyimpan kepingan memori sejarah masa penjajahan Belanda.
Keberadaan Jembatan Megawati ini awalnya diperuntukkan untuk menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh Sungai Tondano.
Selain itu juga difungsikan sebagai pengurai kemacetan yang terjadi di pusat Kota Manado.
Pada tahun 1955, akhirnya jembatan ini diperlebar jalannya yang tadinya hanya satu jalur, menjadi dua jalur.
Kemudian, jembatan tertua di Manado ini akhirnya diresmikan oleh Bapak Presiden Ir. Soekarno dan dipugar kembali oleh pemerintah pada tahun 2004.
Setelah 2 tahun penantian, akhirnya pada tahun 2006 Jembatan sepanjang 102 meter ini kembali kokoh dengan dana perbaikan yang bersumber dari APBN.
Dilansir dari laman Kementerian PUPR, dana yang dihabiskan untuk pembangunan kembali jembatan sepuh ini sebesar Rp 29,9 miliar.
Perbaikan Jembatan Megawati ini lebih dulu rampung sebelum Jembatan baru Soekarno berdiri megah di pinggiran Teluk Manado.
Diketahui selain peremajaan kembali, jembatan ini juga diperlebar menjadi empat jalur, sehingga diharapkan kemacetan di pusat kota Manado dapat lebih bisa teratasi dengan baik.***