Jembatan Gantung di Kalimantan Barat Ini Diambil dari Nama Buah, Anggaran Rp 7,5 Miliar, Coba Tebak!

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur berupa jembatan gantung sebagai akses jalan alternatif bagi penduduk Kalimantan Barat, uniknya nama dari jembatan gantung  ini diambil dari nama buah. 

Untuk pembangunan jembatan gantung ini dilakukan oleh Badan Pelaksana Jalan Wilayah Satu di Kalimantan Barat. 

Diketahui bahwa jembatan gantung tersebut merupakan sebuah kebutuhan dasar para penduduk yang berada di Kalimantan Barat.

 Baca Juga: Miliki Nama Shiratal Mustaqim, Jembatan Gantung di Ponorogo, Jawa Timur Ini Bikin Orang yang Lewat Auto Tobat?

Jembatan gantung ini memiliki nama yaitu Jembatan Gantung Durian Sebatang yang terletak di Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat.

Jembatan tersebut dibangun menggunakan dana yang bersumber dari APBN, pembangunan jembatan gantung tersebut menghubungkan dua wilayah perkampungan Durian Sebatang. 

Sebelum adanya pembangunan jembatan para penduduk harus melewati sungai, sehingga hal tersebut membutuhkan pengorbanan dan juga waktu yang lama.

Baca Juga: Sawah 125 Hektar di Banten Dijadikan Kompleks Makam Mewah dengan Konsep Open Garden, Lokasinya di… 

Anggaran yang digelontorkan untuk membangun Jembatan Gantung Durian Sebatang di Kalimantan Barat ini yaitu sebesar Rp 7,5 miliar. 

Dilansir dari sumber terpercaya bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari janji jika terpilih menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Kalimantan Barat. 

Janji tersebut ditempat oleh setelah wakil rakyat tersebut terpilih menjadi Dewan Perwakilan Rakyat, sehingga terealisasikannya pembangunan Jembatan Gantung Durian Sebatang.

 Baca Juga: Anggarannya 4,3 Triliun, Pembangunan Bandar Udara di Kalimantan Barat Ini Jadi Proyek Prioritas Indonesia

Salah satu jembatan yang berada di Kalimantan Barat ini tentunya diharapkan dapat mendorong akses perekonomian para penduduk yang berada di Kayong Utara Kalimantan Barat. 

Pembangunan infrastruktur yang memadai dan juga membantu peningkatan perekonomian para penduduk tentunya para penduduk akan sejahtera. 

Sehingga pembangunan jembatan gantung  tersebut bisa dijadikan sebagai akses perekonomian dan juga kebudayaan serta pertanian yang ada disana.

Setelah peresmian dan sudah 3 bulan dipakai jembatan tersebut mengalami kerusakan sehingga para penduduk khawatir ketika melintasinya.

Pada tanggal 30 Mei tepatnya hari Senin pada tahun 2022 Kementerian PUPR melalui BPJN melakukan pengecekan mengenai kerusakan yang terjadi.

Kerusakan terjadi disebabkan oleh penurunan pada bagian jalan yang terletak diantara blok angkur dengan pylon yang memiliki tinggi 4,3 meter.***

Rekomendasi