

inNalar.com – Rencana pembangunan Jembatan Bangka – Sumatera (Bahtera) hingga kini belum menunjukan perkembangannya.
Rencananyanya jembatan ini akan menghubungkan Pulau Bangka dan Sumatera yang selesai di tahun 2024.
Dan dalam rencana tersebut jembatan ini akan akan dibangun dengan menggunakan teknologi modern yaitu tiang pada jembatan dibuat lebih tinggi agar tidak menghalangi jalur lintas di laut.
Telah disepakati juga penempatan jembatan ini yaitu berada di Desa Tanjung Tapa, Kecamatan Tunjung Selapan, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan dan sebagian berada di Desa Kabupaten Bangka Selatan.
Menteri perhubungan mengatakan bahwa kini proyek jembatan Bahtera sedang dikaji ulang oleh pemerintah dikarenakan masih banyak beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan.
Hal tersebut menyangkut keuangan dana dan juga keamanan proyek, namun pemerintah terus berkomitmen untuk memperbaiki konektivitas antara Bangka dan Sumatera untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pariwisata di wilayah tersebut.
Diketahui bahwa pembangunan Jembatan Bahtera ini dinilai cukup sulit dan memakan biaya yang sangat tinggi.
Sebelumnya rencana pembangunan jembatan ini dibahas pada Rakor Popnas XIV 2021 yang bertempat di Ruang Kerja Gubernur Sumatera Selatan pada 29 Juli 2020.
Saat itu Herman Deru selaku Gubernur Sumsel dan Erzaldi Rosman selaku Gubernur Bangka Belitung merencanakan bertemu Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan tindak lanjut atas masalah ini.
Dua kepala daerah itu diketahui ingin memperjuangkan rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Sumatra dan Bangka dengan panjang 13,5 km dan telah memiliki studi kelayakan di Kementerian PU.
Selain itu terdapat saran untuk mencari investor asing, hal ini dikarenakan tanah di Bangka merupakan yang termahal di dunia.
Diketahui dalam membangun jembatan ini diperlukan dana berkisar Rp15 triliun dan bahkan bisa lebih, dana tersebut bersumber dari APBN.
Baca Juga: FEC SCAM! Uang Rp35 Miliar Raib, Gagal Kaya Jalur Instan, Para Korban Cuma Bisa Gigit Jari!
Dana tersebut dapat berubah seiring harga kebutuhan pokok, jembatan ini juga memiliki manfaat yang berdampak pada ekonomi barang pokok yang biasanya melewati jalur laut.
Jika jembatan ini dibangun maka akan mempermudah dalam pemasokan ekonomi, tidak lagi terkendala dengan gelombang tinggi laut.
Tak hanya itu Masyarakat pun akan dapat berwisata dengan jarak tempuh yang dekat, hal ini sangat bermanfaat bagi perkembangan pariwisata di kedua wilayah tersebut. ***