

inNalar.com – Menjelang bulan puasa tiba, kita sebagai umat Muslim harus mempersiapkan dan menguatkan iman kita agar puasanya nanti sukses hingga selesai selama 30 hari.
Ibadah puasa merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslimin di seluruh penjuru dunia, yang mana ibadah ini merupakan salah satu rukun di dalam agama Islam.
Dikutip oleh inNalar.com dari Qur’an Kemenag mengenai dalil dari perintah ibadah puasa di bulan Ramadhan dalam surah Al-Baqarah ayat 183, simak bawah ini.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, Berikut Penjelasan BMKG
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” QS Al-Baqarah 2:183.
Dalam tafsir Kemenag terkait ayat Qur’an tersebut, menjelaskan bahwa diwajibkan atas untuk puasa guna untuk mendidik jiwa, mengendalikan syahwat, dan menyadarkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan.
Baca Juga: My Day Harus Bersiap Kembali Menahan Rindu, Wonpil Day6 Umumkan akan Wajib Militer Maret ini
Hal itu terjadi, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu dari umat para Nabi-Nabi terdahulu supaya kamu bertakwa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT.
Tafsir Kemenag
Para ulama banyak memberikan uraian tentang hikmah berpuasa, misalnya untuk mempertinggi budi pekerti, menimbulkan kesadaran, dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin, orang-orang lemah yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, melatih jiwa dan jasmani, menambah kesehatan dan lain sebagainya.
Uraian tafsir diatas tentu benar adanya, walaupun tidak selalu mudah dirasakan oleh setiap orang terkhusus umat Muslim. Karena menahan lapar, haus dan lain-lain akibat puasa tidak selalu mengingatkan kepada penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Baca Juga: [Cerpen] Nak, Ibu Ingin Bekerja
Begitu juga tidak akan mudah dirasakan oleh setiap orang puasa, bahwa puasa itu membantu kesehatan, para dokter telah memberikan penjelasan secara ilmiah.
Berpuasa memang benar-benar dapat menyembuhkan sebagian penyakit, tetapi ada pula penyakit yang tidak bisa apabila orang tersebut untuk berpuasa.
Jika diperhatikan dalil perintah berpuasa bulan Ramadhan, maka pada permulaan ayat 183 secara langsung Allah mewajibkan perintah wajib itu kepada orang yang beriman.
Orang yang beriman akan patuh melaksanakan perintah berpuasa dengan sepenuh hati, karena ia merasa kebutuhan jasmaniah dan rohaniah adalah dua unsur yang pokok bagi kehidupan manusia.
Kedua unsur tersebut, harus dikembangkan dengan bermacam-macam latihan, agar dapat dimanfaatkan untuk ketentraman hidup yang bahagia di dunia dan akhirat.
Pada ayat 183 ini Allah SWT mewajibkan puasa kepada semua manusia yang beriman, sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum mereka agar mereka menjadi orang yang bertakwa dan puasa ini sungguh penting bagi kehidupan orang-orang yang beriman.
Kalau kita telusuri macam-macam agama dan kepercayaan pada masa sekarang ini, dijumpai bahwa puasa salah satu ajaran yang umum untuk menahan hawa nafsu manusia.
Perintah diwajibkan berpuasa sendiri diturunkan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah, ketika Nabi Muhammad SAW mulai membangun pemerintahan yang berwibawa dan mengatur masyarakat baru.
Maka dapat dirasakan, bahwa puasa itu sangat dibutuhkan dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci dari Allah SWT.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi