

inNalar.com – Jawa Tengah merupakan salah satu daerah di Pulau Jawa di mana sektor industrinya terbilang maju.
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya pabrik dengan persebaran produk berskala nasional.
Pabrik-pabrik yang tersohor dengan skala nasional di Jawa Tengah ini mulai dari pabrik jamu hingga pabrik tekstil.
Adapun terdapat pabrik tekstil terbesar di Jawa Tengah yakni dikenal dengan nama PT Sri Rejeki Isman atau lebih familiar dengan nama Pabrik Tekstil Sritex.
Pabrik tekstil sritex berpusat di Jl. Kh Samanhudi No.88, Ngemplak, Jetis, Kec. Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dilansir inNalar.com dari laman sritex.co.id Pabrik tekstil Sritex mulai berdiri pada tahun 1966 dan didirikan oleh H.M Lukminto.
Pada awal pendiriannya, H.M Lukminto mendirikan Sritex ini sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer.
Dua tahun berdiri, H.M Lukminto mendirikan pabrik tekstil pertamanya yang memproduksi kain putih dan berwarna di Solo.
Kemudian, pada tahun 1978 pabrik tekstil ini terdaftar dalam kemeterian perdagangan sebagai perseroan terbatas.
Sejarah panjang dari pabrik tekstil Sritex ini bergulir semakin jaya dari tahun ke tahun setelah berdiri selama puluhan tahun.
Namun, memang roda kehidupan berputar dan tidak selamanya jalan suatu perusahaan selalu mulus.
Baru-baru ini beredar kabar bahwa pabrik tekstil Sritex mengalami masalah finansial dan terancam bangkrut.
Hingga tahun 2022, pabrik tektil Sritex mulai tenggelam dan karam di lautan hutang.
Diketahui bahwa emiten Sritex ini terancam delisting di Bursa Efek.
Total liabilitas Sritex mencapai USD 1,6 miliar atau sekitar Rp24,66 triliun.
Jumlah fantastis tersebut kebanyakan adalah hutang-hutang yang memiliki bunga seperti hutang bank dan obligasi.
Menanggung hutang dengan jumlah yang sangat besar, nilai tersebut bahkan lebih besar dari dari total aset Sritex.
Meskipun begitu, PT Sri Rejeki Isman masih tetap berdiri tegak dan beroperasi di tengah kondisi yang sulit.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi