Jawa Tengah Jadi Lumbung Beras Nasional, Ganjar Pranowo: Kita Terus Upayakan Berasnya Tidak Impor


inNalar.com –
Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia dan sudah mampu memenuhi kebutuhan berasnya sendiri.

Informasi tersebut diketahui dari sebuah unggahan foto di akun Instagram pribadi sang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada Jumat, 13 Januari 2023.

Dilansir inNalar.com dari akun Instagram @ganjar_pranowo pada Jumat (13/01/2023), pada postingan itu dijelaskan hingga saat ini stok beras di Jawa Tengah aman, dan masih bisa disetor ke berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 14 Januari 2023: BMKG Prediksi Hujan Petir di Malam Hari

Berdasarkan data BPS tahun 2021, produksi beras di Jawa Tengah sebesar 9,2 ton padi atau 5,2 juta ton beras. Adapun daerah penghasil beras di Jawa Tengah yaitu Grobogan, Sragen, Cilacap, Demak, Pati, Blora, Brebes, Pemalang, dan Wonogiri.

Beberapa wilayah yang disuplai beras dari Jateng adalah DKI Jakarta, Maluku, Kalimantan Selatan, D.I Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari sentra beras di atas, tiga daerah di antaranya sudah mampu memproduksi beras berkualitas yang mampu menembus pasar internasional.

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Napoli Bantai Juventus dengan Skor 5-1, Permainan Allegri Antiklimaks

Wonogiri mampu menghasilkan beras organik yang bisa diekspor ke luar negeri yaitu Amerika Serikat, Perancis, Italia, Singapura, dan Malaysia.

Sementara itu untuk Sragen bisa memproduksi beras dengan kualitas premium yang pemasarannya sudah menembus pasar Arab Saudi.

Selanjutnya, Semarang menjadi daerah penghasil beras organik selain Wonogiri. Diketahui, Ibukota Provinsi Jawa Tengah itu ekspor beras organik ke Arab Saudi dan Yaman.

Baca Juga: Lecce vs AC Milan: Reuni Stefano Pioli dengan Wonderkid yang Dulu ‘Dibuang’ Rossoneri, Bakal Direkrut Lagi?

“Jateng sendiri memiliki lumbung beras besar yang berada di Kabupaten Sragen dengan luas panen 131,9 ribu hektare dan 805,8 ribu ton produksi gabah kering giling (GKG). Daerah penghasil beras juga banyak, membuat kita mampu surplus hingga 1,2 juta ton padi,” tulis Ganjar Pranowo.

“Maka, kita terus upayakan berasnya tidak impor, kita utamakan petani lokal. Dengan begitu, kita perkuat ketahanan pangan mulai dari bawah dan bisa juga memperkuat pangan nasional,” imbuhnya lagi.

Sementara itu sebagai informasi tambahan, selain berupaya memperkuat ketahanan pangan dari bawah, Pemprov Jateng juga mendorong kemandirian dari desa dengan memanfaatkan energi baru terbarukan.

Baca Juga: Link Live Streaming Liga Inggris: Aston Villa vs Leeds United

Pemprov Jateng berhasil membuat terobosan dengan membuat pompa air tenaga surya. Sumber listrik untuk menggerakkan pompa berasal dari panas matahari yang berhasil dikonversi menjadi arus listrik melalui panel surya.

Daerah yang sudah merasakan manfaat dari inovasi Pemprov Jawa Tengah tersebut adalah Desa Krandegan Kab. Purworejo.***

 

Rekomendasi