

inNalar.com – Perjalanan ruh manusia menuju alam kubur merupakan bagian dari hal yang gaib.
Kita tidak bisa mengetahui secara pasti bagaimana perjalanan ruh mayit setelah meninggal dunia.
Hal ini hanya bisa diketahui dengan satu cara, yaitu mengambil pengetahuan dari sumber yang shahih.
Baca Juga: Muslim Wajib Tahu! 6 Tanda Ini Ternyata Sering Terlihat Pada Orang yang Akan Meninggal Dunia
Ada dua sumber shahih yang bisa menjadi pedoman pengetahuan muslim untuk membongkar apa saja yang dialami ruh mayit setelah kematiannya.
Melalui alquran dan hadits lah kita bisa mengetahui bagaimana perjalanan ruh mayit menuju alam kubur.
Terdapat salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasai, dan Imam Ahmad.
Baca Juga: Resep Ayam Nori Panggang, Menu Sahur Diet Simple 430 Kalori Spesial Edisi Ramadhan 2024
Hadits tersebut disebut memenuhi kriteria keshahihan menurut Al Bukhari dan Muslim.
Dalam sumber shahih tersebut, diungkap bahwa kala itu Rasulullah SAW beserta sahabatnya mengantar jenazah seorang muslim dari kalangan Anshar.
Sesampainya di tempat pemakaman, ternyata liang lahat untuk si mayit belum selesai digali.
Sambil menunggu liang lahat untuk si mayit, Rasullah SAW pun duduk di atas sebuah gundukan galian sambil menghadap kiblat
Pada saat itu, Rasulullah SAW sibuk mengorek-orek tanah dengan sebatang kayu dan mengulangnya sebanyak tiga kali.
Kemudian ia pun berbicara kepada para sahabatnya dan mengingatkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.
Selanjutnya pembicaraan berlanjut hingga penjelasan mengenai kondisi seorang mayit setelah meninggal dunia.
Diungkap oleh Rasulullah SAW, ada dua keadaan manusia yang saat itu kondisinya dijemput oleh malaikat maut.
Terungkap bahwa ternyata keadaan yang terjadi pada kaum mukmin berbeda dari kaum kafir.
Bagi seorang mukmin, ia nantinya akan didatangi oleh malaikat maut yang wajahnya putih berseri-seri.
Malaikat maut membawakan kain kafan dan minyak wangi dari surga kemudian duduk di sekeliling mayit sejauh pandangan mata.
Kemudian malaikat maut pun duduk di dekat kepalanya sembari berkata, “Wahai jiwa yang tenang, keluarlah (ruh) menuju ampunan dan keridhaan Allah!”
Maka ruh pun keluar dengan mudahnya seperti setetes air yang mengalir dari sebuah botol.
Malaikat maut pun mengambil ruhnya, sedangkan yang lainnya membungkus tubuhnya dengan kain kafan yang wangi.
Setelah itu si mayit pun dibawa oleh para malaikat maut ke langit. Saat perjalanan ruh menuju ke atas, malaikat lainnya saat itu bertanya tentang siapa ruh yang baik tersebut.
Jika si mayit adalah seorang mukmin yang memiliki perangai baik, maka akan dirinya akan disebutkan dengan sebutan terbaik oleh malaikat.
Sesampainya di langit ketujuh, Allah pun perintahkan untuk mencatatkan amalan hamba-Nya di ‘illiyyin dan kembalikan sang mayit ke bumi.
Kemudian ruhnya pun dikembalikan lagi ke jasadnya yang ada di bumi. Setelahnya datang malaikat munkar dan nakir.
Kedua malaikat tersebut menanyai sang mayit, “Siapakah Tuhanmu? Apa Agamamu? Siapakah Nabimu?”
Apabila jawabannya tepat dan dipersaksikan kebenarannya, maka ia akan mendapatkan kesejukan dan bau harum dari surga.
Kondisi kuburnya pun seketika melapang sejauh mata memandang dan kenikmatan yang dijanjikan Allah akan didapatkannya hingga saatnya dibangkitkan kembali menuju hari akhirat.
Seorang mukmin yang telah meninggal dunia akan menantikan hari akhirat yang disegerakan.
Beginilah perjalanan ruh mayit, khususnya mukmin, setelah meninggal dunia menuju alam kuburnya.***