Jaraknya 3,3 Km dari Alun-alun Kediri Jawa Timur, Jembatan Ini Lebih Tua dari Brooklyn di Amerika Serikat

inNalar.com – Di Jawa Timur tepatnya di Kota Kediri terdapat sebuah jembatan tertua di dunia.

Bahkan jembatan tertua yang ada di Kediri, Jawa Timur itu diklaim lebih tua dibandingkan Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat.

Jembatan tertua di Kediri, Jawa Timur tersebut merupakan jenis jembatan suspensi.

Baca Juga: Rekor Jembatan Terpanjang di Indonesia Ternyata Ada di Kalimantan Timur, Punya Sistem Buka Tutup?

Tak banyak yang tahu jika jembatan tertua yang ada di Kediri, Jawa Timur itu kini sudah berusia 154 tahun.

Meski begitu, kondisi jembatan tertua di Kediri, Jawa Timur itu masih tetap kokoh dan layak untuk dilalui kendaraan.

Dikutip dari laman resmi Pemkot Kediri, jembatan tertua di Kota Kediri, Jawa Timur itu bernama Jembatan Brawijaya Lama atau orang sering menyebutnya Jembatan Lama Kediri.

Baca Juga: Mall dengan 3 Komplek Estetik Ini Punya Bridge Link dan Jadi Ikon Surabaya Timur, Pernah Mengunjunginya?

Namun, nama asli dari jembatan tertua di Kediri itu adalah Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri.

Jembatan tersebut diresmikan pada 1869, sedangkan Jembatan Brooklyn di Amerika pada tahun 1883.

Pembuat Jembatan Lama Kediri adalah seorang insinyur Belanda Sytze Westerbaan Muurling pada tahun 1836.

Baca Juga: 5 Alasan Balikpapan Layak Disebut Kota Termaju di Kalimantan Timur, Sukses Kalahkan Samarinda?

Pada masa itu, Jembatan Lama Kediri mempunyai teknologi tercanggih.

Jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar 5,8 meter itu, tertuang di buku Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek.

Jembatan Lama Kediri dibangun untuk memulihkan ekonomi perusahaan VOC milik Belanda saat itu.

Terutama setelah Belanda kalah perang dengan kerajaan di Jawa, mereka membentuk residen untuk ekspansi bisnis, tak terkecuali di Kediri.

Bagi Belanda, Kediri mempunyai potensi ekonomi yang besar karena tanahnya yang subur dan bekas kerajaan besar.

Karena wilayah Kediri Jawa Timur terbelah oleh sungai Berantas, maka Belanda membangun Jembatan Lama Kediri itu.

Tujuannya tak lain untuk memulihkan kondisi ekonomi Belanda yang menduduki residen Kediri.

Dengan adanya jembatan tersebut, para pedagang tidak lagi melintas menggunakan perahu.

Jembatan Lama Kediri dari sejak dibangun hingga tahun 2019 masih difungsikan untuk penyeberangan orang dan kendaraan.

Karena kondisinya yang sudah tua dan khawatir semakin rusak, maka Jembatan Lama Kediri digantikan oleh Jembatan Brawijaya yang ada di sebelahnya.

Jembatan itu sekarang menjadi cagar budaya karena telah berjasa bagi masyarakat Kediri selama berpuluh-puluh tahun.***

Rekomendasi