Jaraknya 16 Km dari Jogja, Candi Abang Ini Bentuknya Mirip Bukit Teletubbies di Latari Panorama Gunung Merapi

InNalar.com – Kembali ke sejarah, Indonesia dulunya pernah berada di masa Hindu Budha sehingga banyak didapati peninggalan candi di berbagai daerah.

Salah satunya adalah yang berada di Sleman, di daerah provinsi Yogyakarta (Jogja).

Tidak hanya itu, bahkan situs peninggalan ini memiliki bentuk seperti bukit teletubbies, dan telah masuk ke cagar budaya Indonesia.

Baca Juga: Angkanya Capai 78 Persen, Kenapa Sistem COD yang Sering Bermasalah Tak Dihapus Saja? Ternyata Pembayaran…

Bagi yang ingin berkunjung kemari, jaraknya kira-kira 16 Km dari pusat kota Yogyakarta.

Keunikan lain dari situs bersejarah ini adalah bahannya yang terbuat dari bata merah, bukan menggunakan batuan Andesit.

Pada umumnya, bangunan untuk menyembah para dewa yang berada di Jawa Tengah ini biasanya akan dibangun menggunakan batu Andesit, namun berbeda dengan satu bangunan tersebut.

Baca Juga: Total Kekayaan Rp69 Miliar, Amirudin Tamore Jadi Pengusaha Muda dan Bupati Terkaya di Sulteng, Bisnis Apa?

Pasalnya, bangunan ini justru menggunakan bahan dasar bata merah, dan dari situlah nama dari situs sejarah ini berasal.

Dinamakan Candi Abang, karena abang sendiri merupakan bahasa Jawa yang memiliki arti merah.

Namun saat orang-orang berkunjung kemari, jangan terkejut jika yang nampak hanyalah gundukan tanah yang bentuknya seperti bukit teletubbies.

Baca Juga: Disebut Juragan Tanah! Kepoin Harta Hendy Siswanto Bupati Jember, Punya 5 Mobil Mewah Hampir Rp2 Miliar!

Sebab tempat menyembah para dewa ini memang nampak seperti gundukan tanah atau bukit kecil dengan rumput hijau yang tumbuh subur di atasnya.

Dari alasan seperti itulah tempat ini dari kejauhan tidak mirip seperti tempat sakral untuk menyembah dewa, melainkan seperti bukit Teletubis.

Dilansir InNalar.com dari kebudayaan.slemankab.go.id, walau bangunan ini adalah situs sejarah, namun belum ada penelitian lebih lanjut pada lokasi penyembahan para dewa di Jogja tersebut.

Karena itulah sebenarnya tidak banyak hal yang diketahui tentang cagar budaya tersebut.

Akan tetapi, berdasarkan penemuan-penemuan beberapa arca, Yoni, dan barang lainnya di sekitar daerah tersebut, diperkirakan candi Abang di Sleman ini merupakan peninggalan Hindu.

Situs sejarah ini sendiri memiliki satu bangunan dan satu halaman yang luasnya mencapai 65 meter dan lebar 64 meter.

Situs sejarah ini sendiri telah dimasukan ke dalam cagar budaya oleh bupati Sleman pada awal tahun 2017 yang lalu.

Meski jika ingin berkunjung kemari dapat menggunakan motor atau pun mobil, namun nantinya para pengunjung harus berjalan kaki sekitar 100 meter.

Karena setelah memakirkan kendaraan, para pengunjung akan melewati jalan setapak di tengah perkebunan para warga.

Setidaknya pemandangan tersebut dapat menjadi panorama lain untuk menyegarkan pikiran dan mengganti suasana hiruk pikuk perkotaan.

Sedangkan untuk biayanya sendiri, dana yang harus dikeluarkan dari kantong pun cukup bersahabat.

Alasannya, harga tiket masuknya saja Rp 2000, dan sisanya para pengunjung cukup membayar harga parkir kendaraan dengan harga yang normal.

Jika ingin kemari, mungkin lebih baik datang pada pagi hari dan sore hari, karena dapat menikmati waktu saat matahri terbit dan tenggelam.

Apalagi pada daerah candi Abang ini juga dapat menyaksikan pemandangan gunung Merapi yang disampingnya terdapat gunung Sumbing.***

 

Rekomendasi