

inNalar.com – Anggapan yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia bahwa populasi perempuan lebih banyak dibanding laki-laki ternyata salah besar.
Lucunya, stigma jumlah perempuan yang lebih banyak itu tidak jarang dijadikan alasan untuk melegalkan poligami hingga dijadikan mitos bahwa tanda-tanda kiamat sudah dekat.
Padahal, data statistik dan publikasi-publikasi ilmiah beberapa waktu belakangan justru menunjukkan hasil sebaliknya.
Baca Juga: Maret Bertabur Promo, Mulai Promo Bundle Sultan di Kopi Kenangan hingga Promo Super Deals Xiboba
Memang pada kurun tahun 1990, dari 100 penduduk perempuan terdapat 99 penduduk laki-laki, dengan rasio jenis kelamin (sex ratio) sebesar 99,4.
Pada tahun 2000 terjadi sedikit pergeseran sehingga rasio jenis kelamin menjadi 100,5.
Mulai tahun 2010 pergeseran itu terjadi cukup drastis, dengan rasio jenis kelamin 101,4. Artinya dari 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki.
Baca Juga: Lamar Putri Tanjung, Inilah Profil Guinandra Jatikusumo, Ternyata Bukan Sembarang Orang
Ya, saat ini data secara global mencatat bahwa rasio penduduk laki-laki di bumi lebih banyak dibanding penduduk perempuan, pun demikian di wilayah regional Indonesia.
Setidaknya itulah data yang ditunjukkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Data yang diolah BPS berdasarkan hasil proyeksi Penduduk Interim 2020-2023 itu menunjukkan dari 2.726.825 jumlah total penduduk Indonesia, 1.378.711 diantaranya adalah laki-laki.
Sedangkan jumlah total penduduk perempuan ada di angka 1.348.115. Itu artinya 50,58 persen penduduk Indonesia adalah laki-laki, sisanya 49,42 persen adalah perempuan.
Jadi masih beranggapan bahwa jumlah perempuan mendominasi populasi dunia ?***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi