

inNalar.com – Dengan kemudahan internet di saat ini, kebanyakan orang akan mencari tanda dari suatu penyakit melalu internet. Memang di satu sisi memudahkan. Tapi apa yang sebenarnya terjadi itu bisa saja berbeda.
Meskipun begitu, walaupun tanda yang diberikan itu benar, bukan berarti gejala dan tanda-tanda tersebut memang 100% mengarah ke penyakit yang dicari. Karena terkadang, pada suatu penyakit, terdapat beberapa jenis penyakitnya.
Seperti Diabetes Melitus misalnya. Pada diabetes sendiri, menurut dari berbagai sumber, terdapat 4 jenis penyakit pada Diabetes Melitus. Meskipun sama-sama diabetes, namun penyebab dan cara menyembuhkannya tentu berbeda.
Penyakit Diabetes Melitus ini, sebenarnya bahkan termasuk penyakit umum yang ada di Indonesia. Karena ini merupakan penyakit kronis, yang akhirnya bisa merambat ke komplikasi. Sayangnya di Indonesia sendiri, bayak orang yang terkena penyakit diabetes.
Agar lebih paham, berikut perbedaan jenis dari Diabetes Melitus.
1. Diabetes Melitus Tipe 1 (DM 1)
Diabetes melitus tipe 1, atau DM 1 merupakan suatu penyakit autoimun kronis yang terjadi karena tubuh kekurangan atau sama sekali tidak mampu dalam menghasilkan hormon insulin.
Perlu dipahami, jika sebenarnya insulin sangatlah penting karena fungsinya adalah menjaga kadar gula darah pada tubuh tetap normal.
Diabetes tipe 1 ini bisa menyerang siapa saja. Karena terdapat pula anak-anak atau hingga dewasa muda terkena penyakit ini. Jadi penyakit DM tipe satu ini bisa menyerang pada umur berapa saja.
Adapun faktor dari DM 1, kemungkinan besar penyebabnya adalah karena seharusnya sistem kekebalan tubuh tersebut berfungsi untuk melawan patogen (bibit penyakit), akan tetapi terjadi kekeliruan sehingga membuatnya menjadi menyerang sel-sel penghasil insulin yang ada pada pankreas (autoimun).
Berdasarkan penelitian, faktor penyebab terjadinya DM 1 adalah berasal dari genetik atau pun karena paparan virus di lingkungan. Jadi orang yang dalam keluarganya memiliki riwayat penyakit ini biasanya memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit DM 1.
2. Diabetes Melitus Tipe 2 (DM 2)
Lebih umum dari DM 1, penyakit diabetes tipe 2 ini justru menjadi penyakit yang lebih umum terjadi di kalangan manusia. Berdasarkan dari sumber terpercaya, kurang lebih terdapat 95% orang yang terkena penyakit kencing manis ini merupakan DM tipe 2.
Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, pada kaum muda atau pun tua. Karena faktor utama dari terkenanya penyakit DM tipe 2 ini adalah dari gaya hidup yang tidak sehat. Seperti obesitas atau karena jarang bergerak. Meskipun kebanyakan orang tua atau lansia lah yang terkena penyakit ini.
Dari Gaya hidup yang tidak sehat itulah sehingga menyebabkan sel-sel dalam tubuh kebal atau menjadi kurang sensitif untuk merespons hormon insulin. Kondisi seperti ini juga bisa disebut dengan resistensi insulin.
Berlanjut dengan gaya hidup yang tidak sehat, karena mendapatkan gula dan ada glukosa dalam tubuh, yang tidak dicerna dengan baik di dalam sel, maka sel tersebut menjadi tidak mampu untuk mengubah glukosa tersebut. Dan akibatnya, glukosa itu menumpuk di dalam darah.
Dalam mengobati DM tipe 2, biasanya pasien harus menjaga pola hidupnya beserta dengan makanan yang dikonsumsi dan memperbanyak aktifitas. Ada pula obat yang akan diberikan oleh dokter, namun untuk DM tipe 2 ini, biasanya pasien tidak akan mendapatkan terapi insulin.
3. Diabetes Melitus Tipe 3 (DM 3)
Diabetes tipe 3 atau DM 3 merupakan suatu kondisi yang disebabkan karena kurangnya suplai insulin pada otak. Tidak hanya itu, karena kadar insulin dalam terlalu minim pada otak, hal itu dapat membuat turunnya kerja dan regenerasi sel dalam otak. Sehingga pada akhirnya, maka akan memicu terkenanya penyakit Alzheimer.
Agar lebih paham, Penyakit Alzheimer adalah suatu penyakit yang masuk dalam penyakit neurodegeneratif, atau mudahnya adalah adanya penurunan dari fungsi otak dan terjadi secara perlahan dikarenakan berkurangnya sel-sel pada otak yang sehat. Tanda dari penyakit ini adalah turunnya kemampuan otak dalam berfikir dan mengingat.
Sedangkan dalam pengobatan DM tipe 1 dan DM tipe 2, tidaklah memberikan pengaruh kadar insulin pada otak. Jadi hal tersebut menjadikannya tidak berdampak positif pada penanganan penyakit Alzheimer. Jadi cobalah untuk kurangi makanan dengan itnggi karbohidrat dan glukosa, agar tidak sampai terkena penyakit Alzheimer.
4. Diabetes Gestasional
Pada jenis diabetes terakhir ini, biasanya terjadi pada ibu hamil. Jadi meskipun wanita tersebut tidak memiliki riwayat diabetes pada keluarganya, Ibu hamil tetap saja bisa terkena penyakit Diabetes Gestasional.
Berdasarkan penelitian, alasan dari Ibu hamil yang terkena penyakit ini disebabkan karena plasenta pada ibu hamil terus menghasilkan suatu hormon khusus. Dari hormon khusus tersebutlah yang akan menghambat kerja dari insulin secara efektif.
Meskipun begitu, biasanya penyakit ini akan menghilang seusai ibu hamil tersebut melahirkan. Akan tetapi agar tidak terjadi komplikasi, ada baiknya ibu hamil untuk memeriksa kehamilannya secara rutin, dan juga untuk menjaga pola hidup yang sehat agar nantinya tidak terjadi komplikasi.
Ditambah lagi, bagi Wanita hamil yang berusia di atas 30 tahun, pernah mengalami keguguran atau bayi lahir mati, berat badan yang berlebih, atau memiliki riwayat hipertensi dan PCOS, memiliki resiko tinggi dalam mengalami diabetes gestasional.
Nah itulah 4 jenis dari diabetes melitus. Jika ada yang ebrtanya lebih ringan yang mana, maka jawabannya adalah tidak ada. Karena sembuhnya dari penyakit diabetes dari semua jenis tersebut adalah dari mengubah pola hidup dan makanan sang pasien, agar gula darah tidak dapat naik.
*** Alma Malik Dewantara
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi