Jangan Salah, Bersikap Terlalu Baik Membuat Anda Tidak Disukai Orang Lain, Begini Penjelasannya


inNalar.com –
Beberapa dari kita mungkin cenderung tidak percaya dengan mereka yang bersikap terlalu baik, karena mudah bagi kita untuk menjadi curiga dan ragu-ragu dengan mereka.

Orang yang terlalu baik cenderung tidak dipercaya, karena kita berpikir bahwa kebaikan yang berlebihan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Sering kali kita sebagai manusia akan merasa khawatir dengan masa depan atau hal hal yang mengganggu pikiran kita. Dan itu wajar sekali jika memiliki perasaan tersebut. 

Baca Juga: Siapa Sangka? Di Balik Sifat Anda Lebih Suka Menyendiri Ketimbang Berada di Sekitar Orang Tersimpan Fakta Mengejutkan

Tetapi tidak berlaku untuk orang yang terlalu baik, dia selalu beranggapan bahwa setiap masalah atau hal yang ada didepannya akan berlalu begitu saja.

Akan ada masa dan berakhir indah pada waktunya, yang penting mereka ini tetap berfikiran positif dan menjalankan prosesnya dengan baik.

Kita merasa curiga bahwa, pasti ada motif tersembunyi dibalik kebaikannya. Karena itu membuat orang di sekitar harus waspada dan tidak langsung percaya dengan mereka.

Baca Juga: Waspada Jika Ini Ada di Teman Kamu! 5 Ciri Sahabat yang Diam-Diam Punya Niat Jahat

Bersikap baik memang termasuk dalam sikap terpuji, tetapi jika kebaikannya terlalu berlebihan orang-orang tidak akan bereaksi sesuai dengan yang dibayangkan.

Karena sudah ditutupi oleh perasaan curiga mengapa orang dapat memiliki sikap yang baik, karena sebaik-baiknya orang pasti ada sisi yang tidak baiknya. 

Biasa keluar saat dalam situasi atau kondisi yang tertentu, hal tersebut dapat menjadi suatu pertahanan yang ada pada diri manusia.

Baca Juga: Rumah Impian Terbeli, Karier Melejit: Ini 5 Weton yang Dibanjiri Rezeki Tahun Depan

Mengutip National Education Association (NEA) yang mengatakan jika bersikap baik dapat menjadi sebuah racun, hal ini karena terlalu berlebihan memiliki sikap positif dapat meremehkan rasa sakit seseorang.

Karena si baik ini hanya dapat bersimpati dengan rasa sakit seseorang yang hanya memberikan dukungan tanpa merasakan atau memahami rasa sakitnya.

Hal ini membuatnya susah untuk membedakan mana rasa sakit asli ataupun hanya ingin mencari perhatian aja.

Karena jika seseorang dapat mengelabuhi orang baik, maka dengan begitu dia akan membantu meskipun niat dari orang lain tidak baik untuknya.

Selain itu, emosi yang dimiliki akan menyebabkan tekanan yang berlebihan juga, dapat menyebabkan lebih banyak stress pada tubuh dan otaknya.

Karena terlalu banyak memendam dan menggampangkan perasaannya, dia berfikir jika apa yang dia rasakan ini hanyalah sementara dan akan hilang nantinya.

Selain tidak disukai oleh orang lain, terdapat faktor lain yaitu kesehatan yang dapat menyebabkan tekanan pada si baik ini.

Tidak ada salahnya untuk berbuat baik, tetapi perlu kita ingat bahwa tidak semua yang baik dibalas atau mendapatkan sesuai yang diberikan.

Berekspetasi dengan hal hal baik juga ada batasnya, karena jika kita dipenuhi ekspetasi yang baik. Takutnya saat tidak sesuai, akan jatuh dan sakit rasanya.

Sikap yang secukupnya ini perlu kita terapkan, bukannya tidak boleh untuk berbuat atau memiliki sikap yang baik. Tetapi dalam hidup ini tak selamanya sebaik dengan kita.

Bersikap baik yang sewajarnya membuat hidup seimbang, tidak ada niat untuk menyakiti orang lain dan dendam. Dan juga mewajarkan orang lain untuk bersikap seenaknya dengan kita.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]