

inNalar.com – Pengobatan Holistik adalah penggabungan metode pengobatan ala barat, dan metode pengobatan timur. Sehingga kedua metode tersebut membentuk klasifikasi pengobatan yang sempurna.
Kedua pengobatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lalu digabunglah menjadi pengobatan holistik.
Percampuran metode pengobatan tersebut bukan semata-mata menjadi pengobatan alternatif. Namun, melibatkan proses penyembuhan dengan menggabungkan dua metode, sesuai dengan penyakit yang dialami.
Lantas apa yang menjadi keunggulan dari pengobatan holistik secara medis? Ini penjalasan dari dr Cahyono.
“Pengobatan Holistik merupakan penggabungan dua metode pengobatan, yang mana proses tradisional dikolaborasikan dengan metode konvensional,” ujar dr Cahyono.
Penyakit manusia memiliki keanekaragaman, yang berarti memiliki cara penyembuhan berbeda-beda. Sebisa mungkin manusia mengetahui penyakitnya terlebih dahulu sebelum melakukan metode penyembuhan.
Baca Juga: Telan Dana USD100 Miliar, Megaproyek di Negara Tetangga Ini Malah Jadi Kota Hantu, Mirip Meikarta?
“Dalam kurun waktu kali ini, pengobatan holistik bukan hanya sebagai proses alternatif, namun menjadi metode pengobatan utama di Indonesia,” tambah Ahli Pengobatan Holistik tersebut.
Hal itu dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, terutama masyarakat Indonesia bahwa segala penyakit itu dapat disembuhkan.
Sebelum belajar pengobatan holistik, kata dokter tersebut, dirinya meyakini bahwa penyakit kronis tidak ada obat penyembuhnya.
“Saya meyakini dengan benar bahwa penyakit kronis tidak dapat disembuhkan” ungkap dokter Cahyono.
Namun setelah melalui pendidikan dan belajar pengobatan tradisional, beliau meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.
“Kita sebagai muslim, apa yang dikatakan oleh Nabi adalah sebuah bentuk kebenaran,” ujar dr Cahyono.
“Seperti kutipan hadist li kulli ain dawa’ setiap penyakit pasti ada obatnya. Dari Pernyataan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap penyakit pasti dapat disembuhkan,” tambah dr. Cahyono.
Nabi memberikan pernyataan tersebut bukan tanpa sebab, karena sejatinya wahyu yang turun langsung dari Allah merupakan suatu keniscayaan.
Meneruskan dari kutipan hadist tersebut, kata dr. Cahyono “Maka berobatlah kamu, apabila obat tersebut mengenai sumber penyakitnya, maka dengan se-izin Allah penyakit yang kamu derita akan sembuh,” lanjutnya.
Separah-parahnya penyakit yang kamu alami, dianjurkan untuk berobat oleh Nabi untuk mengetahui terlebih dahulu penyakit yang diderita, dan obat tersebut akan berfungsi apabila mengenai titik dari penyakit tersebut.
Karena setiap penyakit pasti ada obatnya “Ternyata Allah menciptakan penyakit berikut penawarnya. Penawar itu bukan hanya yang ada di sekitar kita. Akan tetapi penawar itu juga ada dalam diri kita sendiri,” ungkap dr Cahyono
Hal itu membuktikan bahwa Allah ketika menciptakan suatu makhluk pasti akan ada antitesa dari makhluk tersebut. Seperti halnya penyakit dan penawar.
Jadi, bagi kita semua jangan sampai takut sakit. Karena setiap penyakit akan ada obatnya, dan harus dimulai dari diri sendiri untuk tidak melakukan gaya hidup yang menyebabkan sakit.***
Author: Ahmad Yusuf Alkhakim