Jalani Hari Tua Tetap Nyaman, Ini Daftar Kota Slow Living Favorit di Indonesia 2025 untuk Pensiunan


inNalar.com
– Kota slow living favorit di Indonesia semakin banyak dilirik karena menawarkan ritme hidup yang santai, kualitas udara bersih, lingkungan yang ramah, dan biaya hidup yang terjangkau.

Menjelang masa pensiun, banyak orang mendambakan kehidupan yang lebih tenang dan berkualitas.

Di Indonesia, ada sejumlah kota dan kabupaten yang menghadirkan kombinasi sempurna antara kenyamanan, keindahan alam Indonesia yang memanjakan hati, serta infrastruktur hijau yang mendukung kehidupan berkelanjutan.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH, Sri Mulyani Bakal Naikkan Gaji PNS 2025 Sebesar 12 Persen, Simak Penjelasannya

Berikut ulasan 10 kota slow living favorit di Indonesia yang ideal untuk para pensiunan.

Kriteria Kota Slow Living

Sebelum menetapkan pilihan, pensiunan sebaiknya mempertimbangkan sejumlah aspek berikut yang sejalan dengan prinsip slow living dan keberlanjutan. Kriteria ini juga selaras dengan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang serta Permen ATR/BPN No. 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah, yang mengarahkan pengembangan kawasan ramah lingkungan dan layak huni:

10 Kota Slow Living Favorit di Indonesia

1. Salatiga (Jawa Tengah)

Terletak di dataran tinggi, Salatiga menawarkan udara sejuk dan lingkungan yang tenang. Dengan biaya hidup yang ramah dan fasilitas kesehatan lengkap, kota ini sangat cocok bagi pensiunan yang ingin mengoptimalkan waktu luang dengan aktivitas slow living seperti berkebun atau berjalan santai di taman kota.

2. Temanggung (Jawa Tengah)

Dikenal dengan sebutan “Kota Tembakau”, Temanggung menawarkan lanskap hijau yang menenangkan. Gaya hidup sederhana dan interaksi hangat dengan warga lokal menciptakan suasana ideal untuk pensiunan yang ingin berinteraksi dengan komunitas cinta alam.

3. Wonosobo (Jawa Tengah)

Wonosobo memiliki pesona alam dari dataran tinggi Dieng. Harga pangan lokal yang murah dan suhu yang sejuk menjadikannya favorit baru untuk mereka yang ingin menikmati kuliner lokal sambil hidup tanpa hiruk-pikuk.

4. Malang (Jawa Timur)

Sebagai kota ramah lingkungan untuk pensiunan, Malang menawarkan fasilitas lengkap dari taman kota, komunitas seni, hingga rumah sakit modern. Kota ini memungkinkan pensiunan tetap aktif, sehat, dan produktif secara sosial.

5. Ende (Nusa Tenggara Timur)

Atmosfer sejarah dan pegunungan yang sejuk membuat Ende ideal untuk menjalani hari tua. Biaya hidup rendah dan kebijakan lingkungan yang mendukung membuat kota ini masuk radar banyak pensiunan dari luar daerah.

6. Solo (Jawa Tengah)

Solo menyeimbangkan antara modernitas dan budaya tradisional. Di sini, pensiunan bisa menemukan komunitas slow living di setiap kota kecilnya, mulai dari pecinta batik hingga penggemar gamelan. Lingkungannya pun sangat bersahabat dan terorganisir.

7. Yogyakarta

Tak sekadar kota pelajar, Yogyakarta juga dikenal sebagai kota yang toleran dan penuh ruang hijau. Banyak kegiatan sosial dan budaya yang bisa diikuti pensiunan, termasuk kegiatan sosial dan lingkungan di tingkat kampung atau kelurahan.

8. Purwokerto (Jawa Tengah)

Dengan udara yang sejuk dan pelayanan publik yang mumpuni, Purwokerto menjadi pilihan menarik. Komunitas lokal sangat terbuka, dan berbagai aktivitas seperti olahraga ringan, pasar pagi, dan seni tradisional mudah ditemukan.

9. Sawahlunto (Sumatera Barat)

Sawahlunto menghadirkan suasana heritage dan sejuk. Kota ini relatif tenang dan cocok untuk pensiunan yang ingin saling berbagi dan berkembang bersama komunitas. Lingkungan sosial yang tidak terlalu padat membuatnya ramah untuk hidup yang lambat dan penuh makna.

10. Ciamis (Jawa Barat)

Ciamis menawarkan gaya hidup yang stabil dan penuh keheningan. Lokasinya yang tidak jauh dari Pangandaran memberikan akses pada wisata alam tanpa harus tinggal di area padat wisatawan. Bagi pensiunan yang ingin hidup sederhana dan damai, Ciamis adalah jawabannya.

Tips Memilih Kota Pensiun

Sebelum pindah ke kota slow living favorit di Indonesia, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal berikut:

Langkah-langkah ini akan membantu Anda beradaptasi dan merasa lebih nyaman sebelum mengambil keputusan jangka panjang.

Dengan keindahan alam, komunitas yang hangat, serta infrastruktur hijau, Indonesia memiliki banyak pilihan kota slow living favorit yang layak dipertimbangkan oleh para pensiunan. Dari Salatiga hingga Ciamis, setiap kota menghadirkan pesona unik, baik itu dari segi budaya, alam, maupun kenyamanan hidup.

Maka tak berlebihan jika disebutkan bahwa kota slow living favorit di Indonesia bukan hanya tempat untuk menetap, tapi juga untuk hidup dengan lebih sadar, bahagia, dan bermakna.

Dengan mempertimbangkan kebijakan tata ruang dan kesejahteraan sosial, masa tua pun bisa dijalani dengan damai dan penuh kualitas.***(Ratna SRi Haryati)