Jalan Tol Ini Gunakan 10 Juta Material Matras Bambu dalam Pembangunannya! Inovasi Baru Anak Bangsa

inNalar.com – Tol Laut Semarang Demak mempunyai daya tarik tersendiri karena pembangunan dan Infrastrukturnya.

Bagaimana tidak? Jalan tol ini hanya dibuat menggunakan Matras Bambu Delusa.

Proyek ini merupakan Proyek peertama kali yang membangun jalan tol sekaligus Tangku Laut menggunakan bahan infrastruktur dari Bambu.

Baca Juga: Ada Danau Terpencil di Jambi, Ketinggiannya 1.289 Mdpl dari Permukaan Laut, di Mana? Berikut Lokasinya

Yang menjadi perhatian adalah jalan tol ini dibuat di atas permukaan laut.

Tak lagi dan tak bukan, fungsinya yaitu untuk mempermudah perjalanan pada infrastruktur bangunan di Semarang.

Setidaknya terdapat lebih dari 10 juta material Bambu yang dijadikan dasar untuk fondasi pembuatan jalan tol ini.

Baca Juga: Jadi Ikon Desa, Jembatan Tua di Lampung Ini Dibangun Sejak Zaman Kolonial Belanda, Kini Mulai Terlupakan?

Jalan Tol Semarang Demak diperkirakan mempunyai panjang berkisar 6KM.

Dipilihnya Material Matras Bambu sebagai bahan struktur jalan tol Semarang Demak ini karena dianggap sebagai Bambu yang sangat kuat.

Hal ini terbukti dengan berhasilnya berbagai percobaan yang telah dilakukan untuk menguji kekuatan bambu.

Baca Juga: Tak Hanya Tentang Labuan Bajo dan Komodo, Berikut 7 Fakta Unik di NTT yang Jarang Diketahui, Penasaran?

Percobaan tersebut membuat Matras Bambu ini terbukti aman dalam pembangunan Jalan Tol. 

Pembangunan menggunakan Matras bambu dituju agar lebih menghemat pengeluaran.

Tentunya Matras Bambu merupakan Material yang gampang dijumpai diberbagai belahan penjuru Indonesia.

Jalan Tol Semarang Demak ini dibagi menjadi 2 Seksi.

Seksi I menjadi penghubung antara Semarang hingga Sayung.

Sementara Seksi II menjadi penghubung antara Sayung hingga Demak sejauh 16,31 KM.

Karena dibangun di atas Laut, Jalan Tol ini akan dilengkapi dengan rest area, rumah pompa dan Kolam Retensi.

Dalam pembangunannya, dibutuhkan batang bambu dengan panjang 10M yang berdiameter minimal 10 CM dengan syarat harus berumur 3 tahun.

Dalam pembangunannya, 7 batang bambu diikat menjadi satu kemudian ditancap di tanah. Begitupun seterusnya.

Setiap Bambu yang terikat diberi jarak sekitar 1 meter dan luasnya mencapai 150 meter.

inovasi ini menjadi Inovasi pembangunan yang wajib diapresiasa kepada anak muda bangsa.***

 

 

Rekomendasi