

inNalar.com – Gus Baha, dalam salah satu sesi ceramahnya, mengajak umat Islam untuk bersama meneladani sikap seorang khalifah atau pemimpin kedua Islam, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Gus Baha menjelaskan bahwa menjadi seorang pemimpin sangatlah berat, karena dirinya berada dalam dua kondisi dilematis.
Kondisi dilematis yang dimaksud oleh Gus Baha adalah bagaimana seorang pemimpin harus bisa memikirkan dirinya sendiri maupun orang-orang yang dipimpinnya.
Baca Juga: Keutamaan Orang yang Bekerja Sambil Berpuasa di Bulan Ramadhan, Gus Baha: Jangan Diremehkan
Perlu diketahui sebelumnya bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menjabat sebagai seorang pemimpin selama 10 tahun (634 – 644 M) tepatnya setelah Abu Bakr Ash-Siddiq radhiyallahu ‘anhu wafat.
Gus Baha mengajak umat Islam untuk meneladani sikap rendah hati Sang Pemimpin, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Sikap rendah hati Sang Pemimpin, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, menurut Gus Baha, dapat ditangkap melalui pidato pertama yang disampaikan olehnya.
Sebagaimana dikutip dari perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pada awal pidatonya, “Inni qad wullidtu…” yang artinya sesungguhnya saya telah ditakdirkan menjadi seorang pemimpin.
Gus Baha memandang bahwa perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pada kata tersebut menggunakan kata kerja pasif “ditakdirkan”, bukannya mengatakan “saya menjadikan diri saya sebagai pemimpin”.
Selanjutnya, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu melanjutkan pidatonya dengan mengatakan “Wa lastu bikhairikum…” yang artinya tetapi bukan berarti saya adalah yang terbaik.
Pada penggunaan gaya bahasa tersebut, menurut Gus Baha, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu tidak menyombongkan dirinya sebagai seorang pemimpin.
Gus Baha menilai bahwa meski Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai sosok yang sangat disegani dan muncul menjadi seorang pemimpin, ia tetap berusaha bersikap rendah hati di hadapan para rakyatnya.
Dari keteladanan seorang Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Gus Baha mengajak umat Islam untuk senantiasa berusaha rendah hati tatkala kita menjadi seorang pemimpin bagi masyarakat.***