

inNalar.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur terus melakukan pengerjaan dan pembangunan hingga saat ini.
Diketahui IKN juga merupakan proyek jangka panjang dalam proses pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Beberapa waktu lalu, Otorita IKN berkunjung ke salah satu lembaga riset Belanda Deltares, guna membahas konsep perkotaan IKN.
Baca Juga: Simpang Siur Asal-usul Soeharto Bagian Abu-Abu hingga Dekat dengan Para Pengusaha Keturunan China
Dalam pembahasannya tersebut, Bambang Susanto menginginkan pembangunan berbasis perkotaan rimba dan kota pandai.
Maksud dari pembahasan tersebut adalah sebuah konsep yang akan diterapkan pada IKN nantinya. Konsep itu disebut sebagai Kota Spons (Sponge City).
Memberikan paduan antara konsep forest city dan smart city, Bambang Susanto berharap bahwa IKN nanti menjadi kota modern pertama yang terdapat di Kalimantan Timur, Indonesia.
“Prinsip dasar yang akan dikembangkan di IKN adalah Kota Spons, konsep kota seperti ini memberikan paduan antara kota hutan dan kota pintar,” ujar Bambang Susanto Kepala Otorita IKN.
Tujuan dari mewujudkan Kota Spons di IKN guna memberikan siklus alami terhadap perairan. Hal itu diketahui karena siklus alami air yang ada disana terus mengalami perubahan akibat pembangunan yang terus berlangsung.
Berdasar penjelasan yang dikutip Antaranews.com penerapan konsep ini mampu memberikan manfaat terhadap pengurangan ancaman banjir.
Karena diketahui pada Ibu Kota saat ini banjir menjadi permasalahan utama yang masih belum terselesaikan.
Selain itu, fungsi lain dari konsep Kota Spons ini juga dapat memanen air guna kesiapan tambahan dalam kebutuhan air, serta dapat meningkatkan pelestarian ekologi dari lingkungan sekitar.
Jika hal itu mampu diwujudkan dalam proses pembangungan IKN di Kalimantan Timur, bukan tidak mungkin IKN akan berkembang menjadi kota yang memiliki ruang terbuka hijau sangat luas.
Tak hanya ruang terbuka hijau, menurut Bambang selain ruang terbuka hijau, IKN juga akan ramah terhadap penerapan akomodasi dengan mengkreasikan genting hijau dan sistem bioretensi guna menangkal serta menyerap air hujan yang turun.
Pembahasan konsep Kota Spons ini sebenarnya sudah digaungkan sejak lama, bahkan sudah menjadi perencanaan awal pembangungan IKN.
“Beberapa waktu lalu, DPR telah mengunjungi beberapa tempat sponge city di Australia, mereka melihat bahwa konsep Kota Spons ini dapat digunakan di Indonesia,” ungkap Bambang Susanto.
“Sejak awal Kota Spons memang menjadi blueprint yang akan diterapkan di Indonesia, hal itu diperkuat dengan pernyataan DPR yang telah mengunjungi beberapa tempat waktu lalu,” pungkas kepala OIKN tersebut.
Dengan konsep Kota Spons tersebut Deltares memberikan respons positif, diwakilkan oleh Regional Manager Asia Tjitte A Nauta.***