Jadi The Next Arab Saudi? Kilang Minyak Abadi Ada di Sumatera Selatan dengan Kapasitas 126.000 Barel per Hari


inNalar.com
– Dibangun 1930, kilang tertua ini berusia lebih dari 100 tahun. Sudah lebih dari satu abad dan kilang ini masih beroperasi dengan baik.

Awalnya dibangun pada era kolonial Belanda, kilang ini telah mengalami berbagai perubahan dan modernisasi sepanjang sejarahnya.

Kilang Pertamina Plaju merupakan kilang minyak tertua di Indonesia. Kilang ini terletak di Sumatera Selatan. Tepatnya di Kota Palembang.

Baca Juga: Ketok Palu 21 November, UMP Kalimantan Utara 2025 Besarannya Diprediksi Jadi Rp3,6 Juta

Pabrik penghasil minyak ini terus berkontribusi terhadap pasokan minyak dan produk turunannya untuk masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Kilang minyak ini terdiri dari dua area operasi yang dipisahkan oleh Sungai Komering yakni Kilang Area Plaju dan Kilang Area Sungai Gerong.

Area di sebelah barat Sungai Komering terletak di Kecamatan Plaju, Kelurahan Komperta (dahulu dikenal sebagai Plaju Ulu).

Baca Juga: Sudah Menelan 258 Korban Jiwa, Ajang Balap Ini Masih Rutin Digelar Tiap Tahun

Sementara area di sebelah timur berada di Desa Sungai Gerong, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

Luas total area kilang dan perkantoran PT. Pertamina Refinery Unit III Plaju mencapai sekitar 230,06 hektar

Sedangkan Kilang Sungai Gerong memiliki total luas sekitar 136,57 hektare.

Baca Juga: 2 Produk dari Brand Raksasa Ini Dilarang di Indonesia, Apa Penyebabnya?

Dilansir dari bpdp.or.id, kilang ini memiliki kapasitas pengolahan minyak hingga 126,2 ribu barel per hari.

Sumber bahan baku minyak mentah ini berasal dari area eksplorasi di Sumatera Bagian Selatan dan daerah lainnya di Indonesia.

Berbagai produk dihasilkan di tempat pengolahan ini, termasuk di dalamnya bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar khusus (BBK) serta turunan lainnya.

Baca Juga: Kode Dari AHY Untuk Lanjutkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Anggarannya Mencapai Rp 700 Triliun!

Hasil olahan memenuhi 60 persen kebutuhan energi di wilayah Sumatera Selatan.

Saat ini, kilang tertua ini memproduksi solar, biosolar, avtur, dexlite, perlatite, dan Marine Fuel Oil (MFO) yang rendah sulfur.

Selain memproduksi bahan bakar minyak (BBM), Kilang Pertamina Plaju juga menghasilkan LPG dan berbagai produk lainnya.

Baca Juga: Telan Rp40 Triliun, Mega Proyek di Jawa Barat ini Fasilitasnya Lebih Modern Mengungguli Pelabuhan Tanjung Priok

Seperti SBPX, LAWS, Vacuum Residue, Polytam, serta produk refrigeran Musicool MC-22.

Berbagai inovasi dilakukan untuk memajukan industri ini dan menjaga eksistensinya.

Pada tahun 2021, PT Pertamina (Persero) membuat kajian di kilang Plaju, Sumatera Selatan, untuk mengolah bahan bakar berbasis sawit.

Kajian mengenai produksi bahan bakar ramah lingkungan di kilang tersebut telah selesai dilakukan.

Kajian dilakukan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Adrian Febi Misna, Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE, menyatakan bahwa hasil kajian menunjukkan kilang ini bisa digunakan untuk memproduksi green gasoline.

Dimana saat ini komposisi minyak sawitnya baru 7,5%. Kemudian komposisi ini akan ditingkatkan hingga mencapai 100%.

Mengingat kilang minyak ini telah memproduksi 125 ribu barel per hari, PT.Pertamina percaya bahwa kilang ini dapat disesuaikan kembali untuk memproduksi bahan bakar berbasis sawit.

Dengan inovasi dan pengembangan yang dilakukan, kilang ini telah mencapai optimalisasi tertinggi seiring dengan kemajuan teknologi.

Hal ini terbukti dari produk-produk berkualitas yang dihasilkan dan pencapaian 102,7 juta jam aman.

Pertamina RU III Plaju telah menghasilkan banyak terobosan dan menjadi kepercayaan pemerintah dalam produksi bahan bakar.

Termasuk pengembangan bahan bakar nabati berbasis Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan bakar lebih ramah lingkungan dari kelapa sawit.

Pengembangan ini mereka lakukan melalui Project Green Refinery.

Dimana project ini mendukung bauran energi nasional dan target kemandirian energi dengan memperluas penggunaan energi terbarukan yang berkelanjutan.

Selain itu, karena melihat ketersediaan bahan baku minyak mentah fosil yang semakin menurun.

Terutama di Sumatera Selatan, Pertamina RU III terus berupaya mencari alternatif sumber bahan baku energi baru dari CPO yang tersedia dalam jumlah melimpah.

Inovasi lain yang terus dilakukan, kilang ini berhasil memproduksi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dengan campuran refined, bleached, and deodorized palm oil (RBDPO).

Dimana minyak kelapa sawit ini adalah CPO yang telah melalui proses tambahan untuk menghilangkan getah, kotoran, dan baunya.

Selanjutnya, Pertamina RU III juga melakukan inovasi untuk memproduksi kembali Avtur setelah sebelumnya menghentikan produksinya pada tahun 2019.

Upaya ini membuahkan hasil, dan sejak April 2020, kilang ini telah berhasil memproduksi Avtur dengan kapasitas 10.000 kiloliter per bulan.

Avtur ini untuk memenuhi kebutuhan energi transportasi udara di Sumatera Bagian Selatan.

Sebagai aset bersejarah yang masih beroperasi, perawatan dan pemeliharaan rutin terus dilakukan untuk menjaga keandalan operasional kilang minyak tertua ini.*** (Aliya Farras Prastina)

 

Rekomendasi