

inNalar.com – Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang berada di Jalur Gaza menjadi harapan satu-satunya bagi warga yang tinggal di Gaza utara.
Hal in karena Rumah Sakit Indonesia merupakan satu-satunya rumah sakit yang memiliki fasilitas yang cukup memadai di Gaza utara.
Akan tetapi, meski menjadi harapan warga Gaza utara, karena serangan yang terus dilakukan oleh Israel, maka Rumah Sakit Indonesia saat ini juga mengalami situasi kritis.
Melansir dari ANTARA, ketidaktersediaan aliran listrik membuat Rumah Sakit Indonesia mengalami kekurangan energi, bahkan, beberapa bagian di RSI tidak mendapat pasokan aliran listrik.
Blokade yang dlakukan oleh Israel yang membuat terputusnya aliran listrik yang masuk ke Gaza, membuat Rumah Sakit Indonesia harus mengandalkan dua generator agar dapat terus berfungsi.
Akan tetapi, dari dua generator tersebut, hanya satu yang bisa dimanfaatkan karena yang satunya lagi sudah rusak.
Meskipun masih tersisa satu generator, namun, keterbatasan bahan bakar membuat benda tersebut tidak dapat berfungsi secara optimal.
Selain memanfaatkan generator, Rumah Sakit Indonesia di Gaza juga sebenarnya memiliki panel surya. Namun, panel surya tesebut hanya bisa bekerja di siang hari.
Tidak hanya itu, energi listrik yang dihasilkan pun tidak cukup besar, sehingga beberapa peralatan di RSI tidak bisa dihidupkan.
Meski dengan seluruh keterbatasan tersebut, Rumah Sakit Indonesia harus terus berfungsi karena jumlah korban luka dan meninggal terus bertambah.
Setelah Israel melakukan serangan ke kamp Jabalia di Gaza beberapa waktu lalu, korban yang datang ke RSI semakin membeludak.
Selain karena lokasi Rumah Sakit Indonesia yang paling dekat, namun, juga karena RSI merupakan yang terbesar di Gaza utara.
Pengeboman yang terjadi pada beberapa hari terakhir ini tidak hanya terjadi di kamp Jabaila, sebuah rombongan ambulans menunju perbatasan Rafah dengan membawa beberapa pasien juga dihantam serangan oleh Israel.
Serangan yang dilancarkan di Gaza pada 3 November 2023 pukul 18.30 waktu setempat ini membuat puluhan orang tewas dan lainnya luka-luka.
Sebagian besar korban meninggal dalam serangan yang terjadi di dekat Rumah Sakit Indoneisa ini adalah anak-anak.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi