

inNalar.com – Jembatan ini merupakan jembatan bersejarah di era penjajahan Hindia Belanda di Jawa Timur.
Jembatan Merah namanya, berlokasi di kota pusat pemerintahan provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Jembatan Merah yang berada di atas sungai Kalimas itu menyimpan memori pertempuran pada 10 November 1945 di Kota Surabaya.
Baca Juga: Padahal di Jawa Barat, Tapi Penduduk di Desa Ini Malah Lancar Bahasa Jawa, Kok Bisa?
Jembatan Merah ini membentang menjadi penghubung Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun saat ini.
Jembatan Merah dibangun pada tahun 1809 guna menghubungkan daerah timur sungai Kalimas atau kawasan Pecinan dan Arab dan wilayah barat sungai atau wilayah Eropa.
Pada tahun 1835, pemerintah Belanda menerapkan sistem tanah paksa di wilayah Jawa dimana Surabaya menjadi wilayah sentral untuk pasukan militer rezim kolonial.
Baca Juga: Intip Jembatan Gantung 3,2 Milliar di Jawa Tengah, Akses Mewah Penduduk Desa yang Juga Punya Gondola
Hingga puluhan tahun berikutnya, Jembatan Merah menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan perdagangan.
Pada awal abad ke-20, wilayah sekitar Jembatan merah semakin dipenuhi oleh bangunan-bangunan dan berdiri kantor perbankan, pemerintahan, dan lain sebagainya.
Tidak heran, pada bulan Oktober hingga November tahun 1945 kawasan Jembatan Merah ini jadi salah satu titik utama incaran bala tentara sekutu.
Baca Juga: Bikin Sedih! Daerah ini Masih Miliki Penduduk Buta Huruf Terbanyak di Jawa Barat, Apakah Kotamu?
Saat menjelang dan selama pertempuran pada 10 November 1945, para pejuang NKRI mengerahkan perhatian ke Jembatan Merah.
Kolong Jembatan Merah tersebut dijadikan sebagai tempat berlindung dimana terjadi baku tembak antara tentara sekutu dengan pejuang NKRI.
Baku tembak tersebut menwaskan satu petinggi militer sekutu yaitu Brigadir Jenderal Mallaby.
Tewasnya jenderal Mallaby tersebut menyulut emosi sekutu dan mengirimkan puluhan ribu tentara Inggris dan India untuk menyerang Surabaya pada 10 November 1945.
Hingga saat ini, Jembatan Merah di Surabaya terus menjadi salah satu pengingat kita akan perjuangan para pahlawan Surabaya pad asaat itu.
Jembatan Merah ini juga dijadikan sebagai monumen penting yang menjadi saksi perjuangan para pejuang kemerdekaan Indonesia di Surabaya.***