

inNalar.com – Sungai kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang mempunyai panjang mencapai 1.143 kilometer atau sekitar 68,39 persen dari luas Provinsi Kalimantan Barat 146.807 kilometer persegi.
Sungai Kapuas terletak di wilayah Kalimantan Barat, air sungai kapuas tersebut berasal dari sumber pegunungan yang mengalir sampai ke Selat Karimata.
Sungai Kapuas sendiri menjadi daya tarik wisatawan bagi siapapun yang mengunjungi daerah Pontianak.
Nama Kapuas berasal dari sebuah daerah di lokasi tersebut yaitu Kabupaten Kapuas tak jarang pula Sungai ini disebut dengan beberapa nama lain yakni Kapuas Buhang atau sungai Batang lawai.
Dilansir inNalar.com dari laman Pemprov Kalbar, keberadaan Sungai Kapuas ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat, dari perdagangan, pelayaran, permukiman sampai industri dan sektor pariwisatanya.
Bagi penduduk sekitar wilayah sungai kapuas menyebut jika Sungai Kapuas yang terletak di Kalimantan Barat ini memiliki legenda tersendiri.
Para wara menyebut jika dulunya terdapat sebuah kerajaan dengan nama Kerajaan Kahayan Hilir.
Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana, menjadikan kerajaan itu merupakan kerajaan yang sangat sejahtera.
Raja tersebut memiliki dua orang anak kembar yang diberi nama Naga dan Buaya, kedua putra raja tersebut memiliki sifat yang sangat bertolak belakang.
Kedua sifat putra raja tersebut membuat sang Raja ragu untuk menentukan penerus bagi tahta kerajaannya.
Untuk mengatasi keraguannya sang raja pun pergi keluar istana untuk menyepi, sehingga urusan dalam kerajaan tersebut diberikan pada kedua putranya.
Namun dalam kepengurusan kerajaan oleh dua orang putra raja tersebut, putra raja bernama Naga menyalahgunakan kekuasaannya, sehingga ditegur oleh Buaya.
Namnun Naga tidak terima atas teguran dari saudaranya tersebut, sehingga menjadikan mereka berdua bertengkar sampai berperang.
Raja yang mendengar hal ini pun marah sampai akhirnya mengutuk kedua putranya tersebut sesuai dengan nama yang diberikan, yakni Naga dan Buaya.
Kedua nya pun akhirnya meninggalkan istana dan menetap di Sungai Kapuas.
Sampai saat ini penduduk wilayah Sungai Kapuas percaya jika Naga dan Buaya menjadi penunggu di Sungai Kapuas.
Selain itu, Sungai Kapuas juga merupakan pemisah dari wilayah Pontianak, yakni Kecamatan Pontianak Utara dan Timur terletak di sisi yang berbeda dengan Kecamatan Pontianak Selatan.
Sungai Kapuas ini melewati 7 kabupaten besar lainnya yakni, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.
Lebar sungai dari hulu menuju hilir pun mempunyai ukuran yang berbeda-beda yakni dari 70 samai 120 meter.
Uniknya Sungai Kapuas ini tidak pernah kering meski musim kemarau tiba sekalipun, sebab hal itu lah Sungai Kapuasi di juluki dengan sungai permanen.
Tak hanya itu sungai kapuas ini juga merupakan rumah bagi 700 jenis ikan air tawar.
Terdapat sekitar 12 spesies ikan dan diantaranya merupakan ikan langka, dan ikan-ikan ini hanya berkembang biak di Sungai Kapuas.
Sementara itu terdapat pula Sungai Kapuas lain yakni terletak di Kalimantan Tengah. Namun, sungai ini lebih pendek daripada Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, yaitu hanya sekitar 610 km.***