

inNalar.com – Pada tanggal 31 Januari 2024, bertepatan dengan Harlah Nahdlatul Ulama ke-101, Presiden Joko Widodo diketahui meresmikan peletakan batu pertama untuk pembangunan Kampus MBZ CFS.
Groundbreaking ceremony pembangunan Kampus Mohamed Bin Zayed Collage for Future Studies (MBZ CFS) tersebut dilakukan oleh Presiden Indonesia bersama dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Menteri Energi & Infrastuktur Uni Emirat Arab.
Tidak hanya itu, peresmian pembangunan kampus hasil kerjasama Indonesia dan UEA itu juga dihadiri oleh beberapa tokoh-tokoh terkemuka lainnya.
Baca Juga: Telan Rp5 Triliun, Kalimantan Timur Bakal Punya Mall Megah Baru, Desainnya Bak…
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman ANTARA disebutkan bahwa pendirian Kampus MBZ CFS merupakan wujud nyata kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan UEA.
Adapun hal penting yang perlu diketahui adalah, bahwasannya di kampus tersebut nantinya akan dibuka beberapa prodi yang masing jarang ada di Indonesia.
Diantara beberapa progam strudi tersebut adalah Islam and The Future, Multicultural Society and Tolerance, dan Biotechnology and Healthcare.
Selain itu juga bakal ada prodi Digital World, Design and Creative Industry, serta Future Planet and Sustainability.
Seperti telah diketahui bersama, bahwa Kampus MBZ CFS di Yogyakarta menjadi lambang pentingnya pendidikan berorientasi masa depan.
Sebab itulah, kampus yang menjadi proyek kolaboratif antara Pemerintah Indonesia dan UEA itu akan hadir sebagai Pusat Keunggulan (Center of Excellence) dalam berbagai ragam studi ilmu.
Tujuannya sendiri tidak lain adalah untuk memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan umat manusia.
Menurut informasi, gedung kampus tersebut bakal memiliki 9 lantai.
Selain itu, menurut informasi pula disebutkan bahwa gedung sembilan lantai tersebut akan dibangun dengan total luas bangunan 16.769 meter persegi.
Di mana, anggaran pembangunannya sendiri diketahui senilai Rp173,8 miliar.
Dalam kesempatan peresmian groundbreaking ceremony di Sleman, D.I Yogyakarta tersebut, Duta Besar Husin Bugis juga menyampaikan harapannya agar pembangunan gedung dapat diselesaikan tepat waktu sebelum masa jabatan Presiden Joko Widodo habis.
Proyek kolaboratif antara Indonesia dan UEA itu juga diharapkan mampu membuka jalan bagi studi masa depan untuk menjadi pilar pengetahuan dan pengembangan global kedepannya.***