

inNalar.com – Soeharto adalah presiden ke-2 Republik Indonesia yang dilantik pada tahun 1967.
Lengser pada tahun 1998, presiden Soeharto telah bekuasa selama 32 tahun.
Pada masa kepemimpinannya, presiden Soeharto mencanangkan strategi untuk membangun daerah bagian timur, khususnya Irian Jaya atau kini bernama Papua.
Bersumber dari video yang diunggah oleh akun youtube/President Files yang menampilkan pernyataan Soeharto mengenai Irian Jaya.
Klip video tersebut menampilkan presiden Soeharto pada acara Kirab Remaja Nasional pada Agustus 1995.
Dilansir dari Youtube/President Files, pada peristiwa tersebut presiden Soeharto menjawab pertanyaan salah satu peserta Kirab Remaja Nasional.
Salah satu peserta Kirab Remaja Nasional tersebut mempertanyakan pembangunan Indonesia Bagian Timur.
Di sana Presiden Soeharto membeberkan progres pembangunan di daeran Indonesia Bagian Timur.
Soeharto menjelaskan mengenai program-program pemerintah guna pemerataan pembangunan di daerah Indonesia bagian Timur khususnya Irian Jaya atau Papua.
Salah satu programnya adalah impres Desa dimana program tersebut untuk pemerataan.
Bahkan, pemerintah membentuk tim khusus untuk memikirkan program pemerataan tersebut di daerah Indonesia bagian Timur.
Presiden Soeharto juga mengakui bahwa pada saat itu, belum banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Irian Jaya atau Papua.
Meskipun begitu, presiden ke-2 RI tersebut optimis suatu saat pasti ada investor yang tertarik berinvestasi di Irian Jaya.
Dalam program ini, yang terpenting adalah pembangunan infrastruktur di Irian Jaya khususnya pembangunan jalan.
Pembangunan jalan dari Jayapura hingga ke Wamena yang akan membentang sepanjang ratusan kilometer.
Sebab, jika infrastruktur jalan belum tersedia, apapun yang dibangun di daerah tersebut tidak akan ada artinya.
Hal tersebut dikarenakan produknya sulit untuk dijual atau dipasarkan.
Jika bisa dijual, ongkos kirim yang menggunakan udara tersebut pastinya akan lebih besar dan tidak akan menguntungkan.
Setelah pembangunan jalan, Soeharto juga merencanakan sektor perkebunan sebagai plasma untuk pendorong ekonomi di Irian Jaya, Papua.***