

inNalar.com – Kota Kuching dan Kota Balikpapan merupakan kota berbeda negara yang terkenal paling maju di kawasannya.
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan kota yang menjadi pintu gerbang utama Indonesia di di Kalimantan Timur.
Begitu juga Kota Kuching yang menjadi pintu gerbang utama Malaysia di Pulau Kalimantan.
Baca Juga: Inilah 5 Fakta Menarik Mengenai Provinsi Sulawesi Barat, Benarkah Jadi Daerah Tersepi di Indonesia?
Baik itu Kota Kuching maupun Kota Balikpapan keduanya sama-sama menjadi kota paling layak dihuni pada negara Malaysia dan Indonesia.
Lantas seperti apa potret dua kota paling bergengsi tersebut?
Kota Kuching, Serawak, Malaysia
Kota Kuching merupakan Ibu Kota Serawak yang termasuk salah satu negara bagian Malaysia.
Luas wilayahnya mencapai 450 km2 serta populasinya di tahun 2023 adalah 642.000 jiwa sehingga lebih sedikit jika dibandingkan dengan Kota Balikpapan.
Kota Kuching dapat ditempuh melalui Kuala Lumpur dengan waktu 2 jam perjalanan.
Lokasinya sendiri sudah sangat populer baik itu untuk wisata atau berbelanja.
Ada banyak suku yang tinggal di kota tersebut seperti Tionghoa dari China, Melayu dari Malaysia, Dayak, dan lainnya.
Masyarakat akan menggunakan dialek Melayu yang disebut sebagai Bahasa Serawak.
Penduduk setempat kebanyakan memeluk agama Islam. Sementara agama lainnya seperti Kristen dan Budha, hingga animisme.
Kawasan Kota Kuching juga termasuk daerah paling lembab di Malaysia.
Adapun curah hujan di kota ini cukup tinggi dengan konsep kota berupa metropolitan.
Berbeda dengan Kota Balikpapan yang tidak mengusung konsep tersebut.
Penataan kotanya sendiri terbilang jauh lebih tertata jika dibandingkan dengan Balikpapan.
Kota Kuching memiliki destinasi wisata yang tidak kalah menarik dengan Balikpapan.
Seperti Taman Wisata Kuching Water Front yang memiliki menara square bergaya kolonial, gedung kapal uap Serawak, museum sejarah China, dan lainnya.
Kawasan ini tercatat lebih maju di bidang infrastruktur jalan karena ukurannya jauh lebih besar dan lebar dari Balikpapan.
Kota Kuching memiliki bandara utama di Serawak dengan daya tampung hanya sekitar 4,8 juta penumpang per tahunnya.
Tentu kapasitas tampungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Kota Balikpapan.
Memasuki sektor kesehatannya, Kuching menyediakan berbagai infrastruktur dengan fasilitas memadai.
Tersedia juga Fakultas Kedokteran Malaysia Serawak atau (Unmas).
Masyarakatnya juga masih peduli dengan kegiatan membaca dengan adanya Perpustakaan Serawak.
Baca Juga: Berikut 5 Kota Terkecil di Indonesia, Siapa Sangka Salah Satunya Pernah Menjadi Wilayah Ibu Kota
Kota Kuching berada di wilayah yang kaya akan sumber daya alam.
Adapun pendapatan per kapitanya mencapai 12.869 USD tahun 2013.
Pusat Industri Serawak ini menjadi sentra bisnis dan pusat pertumbuhan utama di Malaysia Timur.
Kota Kuching bahkan sering menjadi kota pelaksana Konferensi Pergadangan Regional, Nasional, dan Internasional.
Hadirnya masyarakat Tionghoa juga termasuk cukup berpengaruh di kawasan ini. Ada banyak sektor dikembangkan salah satunya seperti pertanian lada hitam.
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia
Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur termasuk bagian dari negara Indonesia.
Luasnya mencapai 533 km2 dengan 6 kecamatan dan 34 kelurahan.
Kota Balikpapan sendiri berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di bagian utaranya.
Kemudian di bagian timur dan selatan berbatasan dengan Selat Makassar. Lalu di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Daerah ini memiliki iklim tropis dengan suhu sekitar 23-32 derajat Celcius. Adapun tingkat kelembabannya relatif lebih tinggi yakni sekitar 84%.
Masyarakat di kota ini dihuni oleh berbagai suku, seperti suku Jawa yang menjadi populasi terbanyak.
Kemudian disusul oleh suku Bugis, Banjar, Buton, dan Madura.
Adapun suku lainnya seperti Dayak, Kutai, Toraja, Minahasa, Mandar, Minang, Makassar, Tionghoa, Batak, Sunda, dan sebagainya.
Warga Kota Balikpapan biasanya memakai bahasa Indonesia. Selain itu, penduduk juga menggunakan bahasa daerah.
Seperti bahasa Kutai, Paser, Jawa, Bugis, dan lainnya. Sedangkan agama yang paling banyak dianut adalah Islam, Kristen, Konghucu, Budha, Hindu, dan lainnya.
Melansir dari laman Dukcapil Balikpapan, kota ini memiliki total penduduk mencapai 733.396 ribu jiwa di tahun 2023.
Kota Balikpapan sendiri tercatat memiliki ladang gas yang cukup besar.
Kawasannya juga memiliki sektor perikanan yang dapat menopang ekonomi masyarakatnya.
Lokasinya yang ada di daerah pesisir laut menjadikannya sebagai destinasi wisata, jasa transportasi, dan penghasil ikan.
Sedangkan untuk sektor pertanian dan perkebunan masih terus dikembangkan di kota ini.
Potensi ekowisatanya juga cukup besar seperti hutan mangrove, hutan lindung, dan kawasan wisata pendidikan lingkungan hidup.
Jika dibandingkan dengan Kota Kuching, Balikpapan terbilang lebih unggul dari segi transportasi udaranya.
Terdapat Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dengan luas 300 hektare.
Bandara ini juga berhasil memuat hingga 6,5 juta penumpang pada tahun 2014 lalu.
Kota Balikpapan juga sama dengan Kota Kuching yang kaya akan sumber daya alam.
Wilayah yang dekat dengan IKN ini memiliki pendapatan per kapita mencapai 133.085 USD.
APBD-nya sendiri mencapai Rp2,7 triliun rupiah pada tahun 2020.
Apabila melihat dari kedua kota maju di atas tentu saja sama-sama memiliki keunggulan walaupun bidangnya berbeda.
Tentu baik Kuching maupun Balikpapan tercatat sebagai penggerak perekonomian pada kawasannya masing-masing sehingga sama-sama bergengsi.***