Jadi Jaringan Transmisi Terpanjang di Kalimantan Barat, Mega Proyek SUTT ini Hasilkan 150 kV, Panjangnya…

inNalar.com – PLN bangun sebuah jaringan transmisi di Kalimantan Barat yang akan menghasilkan 150 kV.

Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Kalimantan Barat ini, akan menjadi yang paling panjang di Kalimantan Barat.

Panjangnya mencapai 165 kilometer. Proyek SUTT tersebut dibangun mulai dari Tayan-Sandai untuk meningkatkan pasokan listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah Kalimantan Barat.

Baca Juga: Proyek PLTS Ini Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara, Dukung Net Zero Emission 2060, PLN Bawa Ini ke AIPF

Melansir dari website resmi PT PLN, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) Reisal Rimtahi Hasoloan menyampaikan pembangunan jaringan SUTT di Kalimantan Barat dengan panjang 165 km dibagi menjadi 4 section.

Pembagian tersebut dilakukan untuk mempermudah pemantauan dan pelaksanaan proyek SUTT terpanjang di Kalimantan Barat.

Peresmian yang dilakukan pada pembangunan proyek yang akan membentang dari Tayan-Sandai di Kabupaten Sanggau dan Ketapang diawali dengan Kick off Meeting antara PLN UIP KLB dengan para mitra pada tahun 2022.

Baca Juga: Bangun PLTB Kapasitas 70 MW di Kalimantan Selatan, PLN Gandeng 3 Perusahaan Berbeda, Adaro Power dan…

Dengan panjang 165 kilometer, pembangunan jalur transmisi SUTT ini akan memiliki tower di 432 titik lokasi.

Jalur SUTT di Kalimantan Barat ini akan melewati 7 kecamatan dan 21 desa di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Ketapang.

Pembangunan SUTT terpanjang ini nantinya akan memberikan dampak pada keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Siapkan Lahan 4 Juta Hektar untuk Perkebunan Sawit Berkelanjutan di Kalimantan Barat, Selesai Tahun 2025?

Proyek SUTT di Kalimantan Barat ini menjadi proyek strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dengan adanya SUTT di Kalimantan Barat yang berkapasitas 150 kV Tayan-Sandai akan meningkatkan interkoneksi antara Sistem Kelistrikan Khatulistiwa dengan sistem kelistrikan di Ketapang akan tercipta.

Ditambah dengan adanya surplus yang terjadi pada Sistem Khatulistiwa dapat disalurkan juga ke Sistem Ketapang yang saat ini masih bersifat isolated.***

Rekomendasi