Jadi Jantung Perekonomian, Pasar di Kota Solo Jawa Tengah Ini Ternyata Dibangun Sejak 1981, Coba Tebak!

InNalar.com – Selain memiliki destinasi wisata bersejarah seperti bangunan-bangunan tua dan wisata budaya. Ternyata Kota Solo Jawa Tengah juga mempunyai pasar yang usianya tua.

Salah satunya adalah Pasar Gading yang terletak di jl Veteran, gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Pasar yang dibangun sejak tahun 1981 ini, termasuk menjadi jantung perkonomian di Kota Solo. Karena di sana masyarakat melakukan jual beli untuk pemenuhuhan kebutuhan hidup.

Baca Juga: Ungkap Rasa Khawatir Jelang Pemilu, Ridwan Kamil Sebut Boleh Pilih Pemimpin Muda Asal Punya…

Meski usianya cukup tua, Pasar Gading ini sudah menorehkan prestasi yang baik bagi Kota Solo.

Dimana, Pasar Gading mendapatkan penghargaan sebagai pasar rakyat dengan pengelolaan terbaik se Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017.

Bahkan, pada tahun 2008 silam. Pasar Gading juga pernah menyabet gelar pasar sehat terbaik di Jawa Tengah.

Baca Juga: Buntut Isu Politik Dinasti, Putusan MKMK Jadi Kunci Kembalikan Wibawa Mahkamah Konstitusi

Seperti halnya, pasar lain di Solo. Konsep Pasar Gading mengedepankan “Rerajut Ati”, suatu istilah yang menggambarkan jalinan hubungan batiniah.

Kemudian, Rerajut Ati tersebut merupakan singkatan kata dari Resik, Ramah, Jujur, Aman, dan Simpati.

Penggunaan motto tersebut diharapkan hubungan masyarakat di Pasar Gading hanya sebatas antara penjual dan pembeli. Tetapi juga terdapat nilai kekeluargaan di dalamnya.

Baca Juga: Gak Kaleng-kaleng, Harta Capres Anies Baswedan Senilai Proyek Jalan Sebatik 728 Km, Yuk Intip Isi Rekeningnya

Sementara itu, Pasar Gading yang juga dekat dengan alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta ini pernah direnovasi tambal sulam tahun 1988.

Kemudian, Pasar Gading juga sempat direnovasi ringan tahun 2003, dan mengalami renovasi total pada tahun 2008.

Adapun, melansir dari Pemkot Surakarta, berdasarkan data pada tahun 2017 Pasar Gading yang memiliki luas 2.283 meter persegi ini.

Memiliki jumlah sebesar 33 kios dan 192 los, yang bisa menampung sejumlah 385 pedagang. Termasuk, pedagang yang berada di pelataran pasar.

Sebagai pasar yang memiliki tata kelola baik. Pasar Gading ini juga mengedapankan kebersihan kehigenisan dagangan yang dijual.

Dimana, para pedagang Pasar Gading menempatkan dagangannya pada wadah dengan bahan anti karat.

Selain itu, Pasar Gading ini juga menyiapkan fasilitas yang tak kalah lengkap dari supermarket. Mulai dari MCK, CCTV, Mushola, Penampungan Sampah, serta alat pemadaman.

Bahkan, Pasar ini menyediakan smooking room untuk para perokok, serta ruang laktasi bagi para ibu menyusui.

Diketahui, Pasar Gading ini juga menjadi pilot project revitalisasi pasar tradisional dalam skala nasional.

Dimana, dalam revitalisasi ini salah satunya ingin mengubah framing pasar tradisional yang biasanya dinilai jorok menjadi pasar yang kekinian tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional. ***

 

Rekomendasi