

inNalar.com – Desa Sembungan di Wonosobo masuk ke jajaran 50 desa wisata terbaik di Indonesia. Desa wisata ni merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa yang terkenal dengan Puncak Sikunir sebagai iconnya.
Secara administratif, Desa Sembungan berlokasi di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini terletak pada ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Jarak yang harus ditempuh dari desa wisata ke Dieng tidaklah jauh, hanya berkisar 5,3 kilometer (km) atau dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.
Baca Juga: Wow! Ternyata Ada Desa Miliarder di Gresik, Jawa Timur yang Dulunya Daerah Tertinggal
Luas wilayah Desa Sembungan mencapai 2,65 kilometer persegi dan terdiri dari 7 RT dan 2 RW.
Ketika sampai di desa cantik ini, kita akan disuguhkan gumpalan awan dengan pemandangan Puncak Sikunir yang begitu indah.
Pintu gerbang masuk desa ini unik karena bentuknya menyerupai bangunan candi mini dengan bertuliskan ‘Welcome to Sembungan Village, desa tertinggi di Pulau Jawa’.
Baca Juga: Waspada Penipuan, Begini Cara Bedakan BRImo FSTVL yang Asli dan Palsu!
Eksotisme bentangan alam yang juga dapat dinikmati di sekitar Desa Sembungan ini adalah Puncak Sikunir.
Disebut-sebut, sunrise di Puncak Sikunir ini yang terbaik di Asia.
Belum sampai di situ saja. Menuju puncak, kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yaitu Telaga Cebong.
Baca Juga: Daftar 7 Negara yang Ternyata Membenci Indonesia, Salah Satunya Ada Tetangga Terdekat
Telaga ini dulunya adalah bekas dari kawah purba yang luasnya hingga 18 hektare. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kawah tersebut menyempit dan tersisa sekitar 12 hektare.
Telaga Cebong ini menghasilkan aliran air terjun yang dinamakan Air Terjun Sikarim.
Selain itu masyarakat menyelingi dengan tanaman pertanian lain seperti kubis, wortel, sawi, dan daun bawang.
Menurut laman resmi sembungan-kejajar.wonosobokab.go.id, kelahiran Desa Sembungan ini diawali dengan adanya rasa kebutuhan akan perlindungan, kekompakan, kebersamaan antar sesama anak keturunan ketiga keluarga yang saling berjauhan.
Di awal berdirinya, kawasan Sembungan dihuni oleh sedikit sekali penduduk. Dengan akses yang terbatas, penduduk desa ini membangun rumah dari kayu dan menggunakan alang-alang atau rumput kering sebagai atapnya.
Pada masa perintisan desa yan saat ini telah menjadi desa wisata ini, akses jalan juga sangat terbatas, dimana hanya ada jalan setapak yang menghubungkan Desa Sikunang di arah barat dan Desa Tieng di arah timur.
Lambat laun, Desa Sembungan semakin berkembang dengan pesat dan berhasil menjadi desa wisata yang terkenal di Pulau Jawa.
Tidak hanya keindahan alam dan kegiatan pertaniannya, Desa Sembungan juga memiliki sejarah yang patut untuk diceritakan.
Desa Sembungan merupakan desa yang unik dengan sejarah yang menarik untuk diulik.
Keberadaan desa ini telah diabadikan oleh warga berkebangsaan Belanda sejak tahun 1911. Konon, Desa Sembungan pertama kali dibangun oleh Kyai Adam Sari.
Beliau merupakan keturunan Joko Tingkir yang juga saudara kandung Sunan Kalijaga.
Penduduk Desa Sembungan mempercayai bahwa Kyai Adam Sari itu adalah Joko Sembung.
Hingga sekarang makam Kyai Adam Sari yang berlokasi di puncak Desa Sembungan ini masih sering dikunjungi oleh peziarah atau wisatawan dari luar kota bahkan luar pulau Jawa.
Adapun untuk Tarif masuk Desa Wisata Sembungan yang bisa untuk dua tempat wisata yaitu Telaga Cebong dan Puncak Sikunir adalah Rp 15.000 per orang.
Kemudian tarif parkir dikenakan Rp 5.000 per sepeda motor dan Rp 10.000 per mobil.
Meski merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa, menuju ke Desa Wisata Sembungan dari Dieng tidaklah sulit karena jalan menuju ke sana juga sudah diaspal halus.
Masyarakat setempat bersama pihak pemerintah mengajak para pengunjung untuk turut menjaga kebersihan dan kelestarian desa ini.*** (Aliya Farras Prastina)