

inNalar.com – Salah satu bendungan terbesar di Jawa Tengah sekaligus ketiga di Indonesia yang paling populer adalah bendungan Gajah Mungkur.
Letak dari Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah tersebut berada di sebelah selatan pusat perkotaan di Kabupaten Wonogiri.
Bendungan tersebut dibangun guna membendung sungai terpanjang di Pulau Jawa, yaitu sungai Bengawan Solo yang melewati Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Miliki Luas 6,3 Ha, Kolam Renang di Kepulauan Riau Ini Jadi yang Terbesar se-Asia Tenggara
Salah satu bendungan di Jawa Tengah tersebut memiliki luas daerah tangkapan air dari aliran sungai Bengawan Solo dan anak sungai lainnya sebesar 1.350 km2.
Selain itu, Bendungan di Jawa Tengah tersebut juga memiliki luas genangan yang cukup besar yaitu sekitar 9.100 hektar.
Dimana luas genangan tersebut mencakup beberapa kecamatan di Jawa Tengah, diantaranya ada Kecamatn Wonogiri, Ngadirojo, Baturetno dan masih banyak lagi.
Diketahui kapasitas air di Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah tersebut sekitar 560.000.000 m3, dengan Kapasitas aktifnya 440.000.000 m3, dan Kapasitas nonaktifnya sebesar 120.000.000 m3.
Dibangun pada awal tahun 1976, Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah mulai dioperasikan pada akhir tahun 1981 Masehi.
Akibat dari pembangunan bendungan terbesar di Jawa Tengah tersebut mengakibatkan 41.369 orang warga yang tinggal di 45 desa di 6 kecamatan di Wonogiri pun harus dipindah.
Selain itu beberapa warga lainnya harus mengikuti progam transmigrasi ke Pulau Sumatera.
Karena besarnya aliran di Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah tersebut, bisa saja jika jebol bendungan tersebut menyebabkan jutaan nyawa di Provinsi tersebut melayang.
Namun faktanya malah berbeda, berdasarkan penelitian Bendungan terbesar di Jawa Tengah tersebut mulai mengalami sedimentasi.
Sedimentasi di Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah tersebut diakibatkan oleh keruhnya kerusakan pada DAS di Bengawan Solo.
Selain itu, penyebab lain dari peristiwa sedimentasi pada Bendungan terbesar di Jawa Tengah tersebut juga berasal dari perubahan kegiatan masyarakat di sekitar bendungan.
Sehingga, jika sedimentasi di Bendungan tersebut dibiarkan, maka kemungkinan besar akan menyebabkan kekeringan yang parah di wilayah tersebut.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi