

inNalar.com – Pembangunan jembatan di Kalimantan Timur rupanya tidak selalu berjalan mulus meski sudah penuh dibiayai.
Hal tersebut tidak lepas dari pembangunan Jembatan Balang yang dibangun sejak tahun 2015 lalu.
Jembatan Balang direncanakan dapat meningkatkan konektivitas daerah di Kalimantan Timur menuju IKN.
Baca Juga: Dapat Kucuran Rp46,2 T, Balikpapan akan Miliki Kilang Minyak Pertama yang Ramah Lingkungan
Dilansir inNalar.com dari laman pu.go.id, Jembatan Balang memiliki konstruksi kembar yang menghubungkan tiga wilayah.
Selain menjadi akses menuju Pulau Balang di Kalimantan Timur, rupanya jembatan ini juga menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara.
Awalnya, dua jembatan kembar tersebut diperkirakan menghabiskan Rp 480 miliar untuk bentang pendek.
Baca Juga: 3 Pabrik Batubara Raksasa di Kalimantan Utara Gulung Tikar, Ternyata Alasannya Bukan Hutang, Tapi…
Sedangkan bentang panjangnya akan memerlukan biaya sebesar Rp 1,6 triliun yang diharapkan dapat menggunakan APBN atau investor luar.
Telah diwacanakan sejak tahun 2011, rupanya pembangunan Jembatan Balang ini sendiri baru dikerjakan pada tahun 2015.
Sayangnya, proyek tersebut cukup melatih kesabaran di mana baru rampung pada tahun 2021 lalu untuk duplikasi jembatan kembar.
Jembatan kembar yang dimaksud adalah pembangunan bentang pendek yang dibangun di sebelah Jembatan Pulau Balang.
Dengan begitu, akses menuju Pulau Balang akan terbagi menjadi dua jembatan sehingga dapat memecah kemacetan.
Biaya total yang dihabiskan untuk merampungkan jembatan ini senilai Rp 1,4 triliun dengan memanfaatkan SBSN.
Jembatan Pulau Balang terdiri dari bentang panjang yang memiliki 4 lajur kendaraan sepanjang 804 meter.
Sedangkan untuk jembatan kedua hanya memiliki 2 lajur utama, di mana menghubungkan Pulau Balang dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sedangkan untuk kontraktornya sendiri terdiri dari tiga perusahaan, yakni Hutama Karya, Adhi Karya, dan Bangun Cipta.
Pembangunan Jembatan Balang ini dinilai akan memajukan perekonomian Kalimantan Timur.***