

inNalar.com – Wakil Bupati (Wabup) Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur periode 2021-2023 adalah Edyanto Arkan.
Sebelumnya, Edyanto Arkan sudah menjabat sebagai Wakil Bupati Kutai Barat, Kalimantan Timur pada periode 2016-2021.
Wakil Bupati Edyanto Arkan lihar pada 2 Maret 1959 dan beralamat di Melak Ulu, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Sebelum menjabat sebagai wabup, pria kelahiran 1959 ini merupakan seorang pensiunan pns dan menjadi calon Wakil Bupati Kutai Barat pada tahun 2015.
Dilansir dari laman E-LHKPN, pada tahun tersebut, total kekayaan dari Edyanto Arkan hanya sebanyak Rp3.687.082.552,-.
Akan tetapi, setelah menjabat selama dua periode, pada tahun 2022, kekayaannya mencapai Rp 19.104.021.325,-.
Dari seluruh hartanya ini, lebih dari 80%-nya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 16.105.000.000,-.
Aset tanah dan bangunan yang dimiliki oleh Wakil Bupati Kutai Barat ini tidak hanya ada satu, namun, sembilan dan berada di dua pulau yang berbeda.
Delapan diantara kesembilan aset tersebut berada di Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Barat.
Sedangkan satu diantaranya terletak di Jawa Timur seluas 169 meter persegi dengan nilai mencapai Rp 610.000.000,-.
Selain tanah dan bangunan, aset lainnya adalah harta bergerak sebesar Rp 40,5 juta juga kas dan setara kas senilai Rp 2.468.521.325,-.
Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan, juga memiliki empat buah mobil dengan nilai mencapai Rp 490 juta.
Adapun jumlah hutang yang dimiliki oleh wabup ini adalah Rp 0,- atau tidak ada sama sekali.
Sebelum menjadi Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan sudah memiliki perjalanan karir yang cukup panjang.
Mulai dari bertugas di Kantor Departemen Perindustrian Berau, kemudian, ke Kantor Departemen Perindustrian Samarinda, hingga menjadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Barat.
Pada saat pelantikannya pada tahun 2021 lalu, menariknya, baik Bupati Kutai Barat, Fransiskus Xaveius Yapan, dan Wakil Bupatinya Kutai Barat, Edyanto Arkan, disambut dengan upacara adat tepung tawar.
Upacara adat tepung tawar merupakan sebuah tradisi masyarakat dengan melakukan pemberishan diri agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik ke depannya.
Adapun upacara adat tepung tawar ini dilakukan di Kampung Muara Gusiq, Kecamatan Bongsan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.***