

inNalar.com – Pembahasan dalam kajian Ustadz Khalid Basalamah berkaitan dengan kehidupan suami-istri.
Ustadz Khalid Basalamah membagikan nasehat bagi suami-istri yang kondisi pernikahannya sedang berada di ujung ambang cerai.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, ketika sepasang suami-istri memiliki niat untuk berbaikan, maka Allah ta’ala tentu akan memudahkan proses perbaikannya tersebut.
Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023 Dilengkapi Inspirasi Kata Bijak Ir. Soekarno
Lebih lanjut, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan makna dari kondisi di atas, yaitu berarti Allah ta’ala ingin terjadi perbaikan di antara mereka.
Kemudian, Ustadz Khalid Basalamah pun menasehati para suami dan istri yang sedang tidak dalam kondisi baik, maka hendaknya tidak perlu menyimpan data-data whatsapp atau lainnya untuk diajukan kepada pengadilan.
Ustadz Khalid Basalamah, sekali lagi, mengingatkan bahwa pernikahan itu dilakukan bukan untuk cerai, melainkan agar suami mau pun istri jalan bersama menuju akhirat.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Lahir Pancasila 2022 Lengkap dengan Sejarah Singkat Peristiwa 1 Juni 1945
Menurutnya, dalam pernikahan, tentu akan ada kekurangan dari pihak istri mau pun suami. Maka, fungsi pernikahan di sini ialah bantu sempurnakan kekurangan itu satu sama lain.
Bagaimana caranya? Ustadz Khalid Basalamah pun menjelaskan bahwa cara yang bisa dilakukan agar suami dan istri bisa menyempurnakan kekurangannya masing-masing.
Jika ada kesalahan yang dilakukan di antara keduanya, maka ingatkanlah, baik seorang suami mengingatkan istrinya dan seorang istri pun mengingatkan suaminya.
Baca Juga: Khalid Basalamah Ungkap Hal Ini yang Buat Muslim Banyak Masalah dan Kesulitan Ekonomi
Lalu bagaimana jika ada seorang istri yang sulit untuk diingatkan, dinasehati, dan sudah berusaha dilakukan perbaikan? Ustadz Khalid Basalamah pun menjelaskan bahwa jika demikian tetapi sang istri tetap tidak mau mendengar nasihat suami, jangan bertahan.
Ustadz Khalid Basalamah mengungkapkan bahwa seringkali permasalahan yang dialami seorang suami ialah ketika istrinya suka sama laki-laki lain, istrinya susah dinasehati, tidak mau dengar ini dan itu.
Selain itu, permasalahan yang menimpa seorang suami juga disebutkan lebih lanjut oleh Ustadz Khalid Basalamah, yaitu seperti istri yang tidak taat saat dinasehati untuk menutup aurat, tidak suka pergi ke pengajian, akhirnya cerai.
Mengapa cerai yang dipilih untuk jalan ini? Menurutnya, kondisi yang demikian dinilai sudah tidak memungkinkan sepasang suami dan istri untuk bisa hidup bersama.
Jika dipaksakan untuk lanjutkan rumah tangga, menurut Ustadz Khalid Basalamah, dikhawatirkan tidak akan seirama lagi dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing selama di rumahnya.
Contoh dari tidak seiramanya suami dan istri misalnya seperti yang satu pergi ke pengajian, tetapi yang satunya pergi ke karaoke.
Baca Juga: Bukan Zina! Ini Perbuatan yang Buat Allah Enggan Melirik Hambanya Kata Ustyadz Khalid Basalamah
Ustadz Khalid Basalamah menasehati bahwa tolak ukur seirama atau tidaknya sepasang suami-istri dalam menjalankan kehidupan rumah tangganya adalah agama Islam.
Berdasarkan penjelasannya, jika seorang istri atau suami ingin mengetahui dirinya benar atau salah, pasangannya benar atau salah, maka ukurlah dari bagaimana Islam menghakiminya.
Jadi, tolak ukur kebenaran atau kesalahan bukan subjektif dari diri masing-masing baik dari pihak istri mau pun suaminya.
“Islamlah yang jadi tolak ukur, karena Islam adalah panduan hidup dan solusi dalam kehidupan kita,” kata Ustadz Khalid Basalamah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi