Israel Tembakkan Bom ke Universitas Islam Gaza Palestina, Tuduh Sebagai Markas Radikalisme dan Rakit Peledak

inNalar.com – Perang antara Israel dan Palestina masih berlangsung dengan sengit hingga detik ini.

Baru-baru ini Israel melakukan penembakan bom ke salah satu universitas Palestina, yaitu Islamic University of Gaza atau Universitas Islam Gaza.

Hal itu dilakukan karena menurut Israel Defense Forces (IDF), universitas tersebut adalah markas radikalisme dan tempat perakitan peledak.

Baca Juga: Dijuluki Pulau Terpadat di Dunia, Pulau di NTB Ini Hanya Seluas 8,5 Hektar Namun Berpenghuni 5 Ribu Orang

Dilansir dari Alarabiya, jet tempur Israel telah menyerang Universitas Islam Gaza pada hari Rabu, 11 Oktober lalu.

Video pengeboman oleh Israel ke perguruan tinggi tersebut melalui jalur udara telah tersebar di berbagai saluran berita dan media sosial.

Pengeboman dari udara terlihat menghacurkan bangunan-bangunan yang ada di universitas tersebut.

Baca Juga: Targetkan Investasi Hingga Rp36,25 Triliun, KEK Galang Batang Kepulauan Riau Baru Rampung Tahun 2027

Asap dan debu akibat serangan bom memenuhi wilayah Gaza menjadi seperti gumpalan awan abu-abu.

Universitas Islam Gaza adalah perguruan tinggi Palestina yang didirikan pada tahun 1878.

Perguruan tinggi ini memiliki 11 fakultas, termasuk fakultas seni, kedokteran, teknik, dan hukum.

Baca Juga: Tak Tersorot Media, Kisah Presiden Soeharto Saat Krisis 1998: Pidato Kabinet Reformasi Berubah Menjadi..

Universitas Islam Gaza merupakan perguruan tinggi pertama yang didirikan di Jalur Gaza.

Universitas ini terhitung sebagai universitas yang besar dengan 2 kampus cabang dan 1 kampus utama dengan total luas 32,6 ha.

Universitas ini sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan udara selama perang tahun 2008-2009 dan tahun 2014.

Pada tahun sebelumnya, di tahun 2007, perguruan tinggi ini juga pernah diserbu dan dibakar sebagian.

Lagi-lagi menjadi korban serangan dalam konflik Israel-Palestina, bangunan-bangunan di Universitas ini hancur menjadi reruntuhan.

Sementara itu, korban jiwa dari perang Israel dan Palestina yang masih berlanjut juga terus bertambah. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]