Israel Targetkan Perbatasan Rafah dengan Gaza, Jatuhkan Bom serta Buat Warga Mesir dan Palestina Luka-luka

inNalar.com – Konflik yang terjadi antara Israel dengan Hamas Palestina ini sudah memasuki hari kelima.

Serangan tiba-tiba dari Hamas ke wilayah Israel dibalas dengan melakukan penyerangan balik oleh Israel ke wilayah Palestina.

Akibat dari serangan ini, banyak warga Palestina di Jalur Gaza kehilangan rumah, tempat berlindung, serta keluarga mereka.

Baca Juga: UPDATE: Korban Tewas Serangan Hamas di Israel Naik Jadi 1.200 Jiwa, Palestina Terancam Hidup di Kegelapan

Beberapa warga Gaza yang berhasil selamat berusaha menyelamatkan diri mereka dengan menyeberang ke negera tetangga, yakni Mesir.

Perbatasan antara Gaza dan Mesir ini merupakan satu-satunya jalur yang tidak kuasai oleh Israel.

Namun, usaha para penyintas tersebut gagal karena Israel mengirim serangan udara ke Perbatasan Rafah.

Baca Juga: Usai Gelontorkan 3,8 Miliar Dolar, Joe Biden Janji Tambah Anggaran Perang untuk Israel Melawan Hamas

Dilansir inNalar.com dari akun Twitter (X) @MadaMasr, pengeboman yang dilakukan oleh Israel ini sudah terjadi setidaknya tiga kali sejak 9 Oktober 2023.

Peristiwa ini mengakibatkan tertutupnya akses jalan dari kedua wilayah negara ini.

Tidak hanya itu, kerusakan juga terjadi di beberapa fasilitas yang ada di perbatasan ini.

Baca Juga: Serangan Udara Israel ke Al Karama Gaza Diduga Gunakan Senjata Kimia, Zionis Sempat Mengaku di Perang Lebanon

Serangan udara ketiga di Perbatasan Rafah ini juga mengakibatkan dua warga Mesir dan lima warga Palestina terluka.

Dua warga Mesir yang terluka berada di Terminal Mesir. Sedangkan, lima warga Palestina tersebut berada di sisi lain perbatasan.

Akibatnya, banyak kaca jendela di pos perbatasan yang pecah serta dinding bangunan mengalami kerusakan akibat ledakan.

Selain itu, saat kerjadian ini berlangsung, banyak warga Palestina yang ingin menyeberang ke sisi lain harus berlari menjauhi pagar pembatas.

Imbas dari kejadian ini adalah kegiatan di perbatasan dihentikan untuk sementara waktu.

Perbatasan Rafah merupakan jalan satu-satunya bagi warga Palestina yang ingin meninggalkan Jalur Gaza.

Apabila perbatasan ini ditutup, artinya, warga Palestina tidak memiliki jalan lain selain tinggal di Jalur Gaza sampai perbatasan kembali dibuka.

Sebelumnya, Perbatasan Rafah masih terbuka lebar bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang membutuhkan bantuan.***

 

Rekomendasi