Israel Serang Lebanon, Pasukan Artileri Bombardir Daerah Terbuka di Bagian Selatan

inNalar.com –  Baru-baru ini, Isarel lanjut berulah dengan membombardir Lebanon bagian selatan. Padahal sebelumnya mereka telah menyerang warga Palestina di Masjid Al Aqsa dan dilanjutkan saling tembak roket dengan militan Jalur Gaza.

Indonesia termasuk negara yang mengecam Israel pekan lalu, RI meminta penyerangan terhadap umat Islam di Bulan Ramadhan di mana kaum muslimin sedang banyak melakukan ibadah agar dihentikan.

Pihak Israel menyebutkan lokasi yang ditargetkan olehnya merupakan tempat asal serangan roket dari Lebanon sebelumnya, di sekitar area serangan tersebut juga terdapat fasilitas infrastruktur milik tetangga Palestina itu.

Baca Juga: Chandrika Chika Ungkap Peran Putra Siregar Terkait Peristiwa Pengeroyokan di Kafe, Begini Faktanya

Media di negara berjuluk Larisnya Timur Tengah itu menyebutkan bahwa Pasukan Penjaga Perdamaian PBB atau UNIFIL yang berada di sekitar lokasi dan perbatasan menyalakan sirine sebagai tanda keberadaannya.

Dikutip inNalar.com dari artikel Pikiran Rakyat berjudul “Usai Serang Jemaah Al Aqsa, Israel Kini Saling Berbalas Tembakan dengan Tetangga Palestina” pada Senin, 25 April 2022 Pasukan Lebanon juga bersiap.

Di saat yang sama, pasukan Lebanon mengerahkan para tentaranya untuk eskalasi lebih jauh sewaktu-waktu.

Komandan Misi UNIFIL Aroldo Lázaro menyerukan agar pihak berseteru tenang dan menahan diri dalam sebuah cuitan terpisah.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 atau 1443 Hijriah, Lengkap dengan Mohon Maaf Lahir dan Batin

Tidak ada korban tewas ataupun cedera yang dilaporkan di kedua sisi perbatasan. Belum jelas kelompok mana di Lebanon yang berada di balik serangan roket tersebut.

Insiden itu terjadi ketika ketegangan berkobar di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir.

Tepatnya setelah pasukan Israel menyerbu kompleks Al Aqsa beberapa kali selama bulan suci Ramadhan.

Pihak kontra mulai menunjukkan perlawanan pada Israel, setelah meningkatnya kekerasan yang terjadi di komplek masjid Al Aqsa.

Yaitu serangan oleh polisi Israel pada warga Palestina yang sedang melakukan ibadah di Al Aqsa, akibatnya 300 orang lebih ditahan dan 200 lainnya luka-luka.

Baca Juga: Rizwan Fadilah, Anak Ketiga Sule Sempat DM Langsung Ziva Magnolya di Instagram, Keduanya Bakal Segera Pacaran?

Ketegangan di situs tersuci ketiga Islam itu memicu protes di seluruh wilayah Palestina, termasuk yang dikepung. Gaza.

Dalam dua pekan terakhir, 16 orang Palestina dan tiga orang Israel telah tewas menyusul eskalasi yang melebar.

Meski dunia tengah disibukkan dengan Rusia Ukraina, konflik ini tetap mendapat atensi dari banyak pihak global salah-satunya Indonesia.

Hingga untuk meredam ketegangan, Indonesia langsung menginisiasi adanya pertemuan luar biasa tingkat perwakilan tetap negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

Baca Juga: Bukan Sholat Lailatul Qadar, Gus Baha Sebut 2 Hal Ini agar Raih Kemuliaan di Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan

Sejumlah negara Islam yang tergabung dalam OKI bertemu dan diselenggarakan di Jeddah pada Senin, 25 April 2022.

Menurut keterangan KJRI Jeddah yang diterima di Jakarta, pada Senin, 25 April 2022, pertemuan luar biasa tingkat duta besar tersebut membahas eskalasi konflik. Terutama kekerasan brutal pasukan Israel terhadap warga Palestina di masjid Al Aqsa.***

(Siti Aisah Nurhalida Musthafa/Pikiran Rakyat)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]