

inNalar.com – Pada Selasa, 5 Desember 2023, pihak militer Israel memperluas daerah serangannya.
Militer Israel perluar wilayah serangannya kearah Gaza Selatan tempat dimana jutaan warga Gaza mengungsi.
Setidaknya terdapat Sekitar dua juta orang, yang merupakan mayoritas penduduk wilayah tersebut, mendapati diri mereka terkurung di Gaza bagian selatan dan tengah.
Diketahui bahwa tak hanya fokus pada serangan udara, kini Israel juga fokus pada serangan darat.
Kemarin, Senin, 4 Desember 2023 terjadi serangan udara intensif oleh pesawat tempur Israel di sekitar Khan Younis di Gaza selatan.
Serangan tersebut mendorong evakuasi luas dari kota tersebut di tengah meningkatnya serangan militer.
Ketika warga Palestina semakin terpojok di wilayah yang terkepung, ketidakpastian besar membayangi nasib mereka.
Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mendesak mengenai keselamatan dan masa depan mereka.
Meningkatnya serangan militer menghadirkan dilema yang berbahaya bagi ratusan ribu warga Palestina.
Para pekerja kemanusiaan memperingatkan bahwa pengungsian massal ini akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah yang terjadi di wilayah tersebut.
Bahkan, kini sepertinya tidak ada tempat aman di Gaza untuk berlindung.
Diketahui bahwa sedikitnya terdapat 16 ribu jiwa melayang sejak serangan Israel pada 7 Oktober 2023.
Sebagian besar korban jiwa merupakan anak-anak dan perempuan.
Selain itu, terdapat lebih dari 41.000 orang terluka akibat serangan Israel.
Sejauh ini, setelah gencatan senjata berakhir Israel juga memborbardir di area Tepi Barat Palestina.
Akibat serangan tersebut, terdapat 26 orang tewas dan lebih dari 3 ribu orang terluka.***