

inNalar.com – Militer Israel pada hari Minggu, 3 Desember 2023 lalu memerintahkan agar warga di sekitar Kota Kota Khan Younis, kota terbesar kedua di Gaza untuk segera mengungsi.
Pihak Israel mengalihkan serangannya ke bagian selatan wilayah tersebut di mana dikatakan banyak pemimpin Hamas bersembunyi.
Pemboman besar-besaran dilaporkan terjadi pada malam hari higga Minggu di daerah Khan Younis dan kota Rafah di selatan.
Selain itu, ada pula wilayah di bagian utara yang menjadi fokus kampanye udara dan darat Israel.
Baca Juga: Update! Lebih dari 6.600 Anak-anak Palestina di Gaza Telah Terbunuh oleh Serangan Pasukan Israel
Banyak dari 2,3 juta penduduk wilayah tersebut berdesakan di wilayah selatan setelah pasukan Israel memerintahkan warga sipil untuk meninggalkan wilayah utara.
Dengan dimulainya kembali pertempuran, harapan bahwa gencatan senjata sementara lainnya dapat dinegosiasikan memudar.
Gencatan senjata selama seminggu, yang berakhir pada hari Jumat, telah memfasilitasi pembebasan puluhan sandera Israel dan asing yang ditahan di Gaza serta warga Palestina yang dipenjarakan oleh Israel.
Pada hari Minggu 3 Desember 2023, militer Israel memperluas perintah evakuasi di dalam dan sekitar Khan Younis.
Pihak Israel meminta penduduk di setidaknya lima wilayah dan lingkungan lainnya untuk pergi demi keselamatan mereka.
Warga mengatakan militer Israel menjatuhkan selebaran yang memerintahkan mereka untuk pindah ke selatan menuju Rafah atau ke wilayah pesisir di barat daya.
Rumah sakit utama di Khan Younis menerima setidaknya tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pada Minggu pagi.
Hal tersebut merupakan akibat dari serangan yang dilancarkan Israel yang menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di bagian timur kota itu.
Secara terpisah, jenazah 31 orang yang tewas dalam pemboman Israel di wilayah tengah Jalur Gaza dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di kota Deir al-Balah.
Pemantau PBB mengatakan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan sebelum perintah evakuasi terbaru bahwa mereka yang diminta untuk meninggalkan wilayah tersebut merupakan seperempat wilayah Gaza.
Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, telah memperingatkan Israel untuk menghindari perpindahan massal baru yang signifikan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi