

inNalar.com – Kementerian Kesehatan Palestina menuduh pasukan militer Israel melancarkan serangan di dekat titik distribusi bantuan di Gaza Utara.
Akibat serangan tersebut, setidaknya menewaskan 20 orang dan melukai 155 orang.
Namun, militer Israel membantah laporan tersebut dan mereka menilai kejadian itu dengan penuh ketelitian.
Diketahui bahwa komunitas internasional telah mendorong lebih banyak bantuan untuk masuk ke Gaza.
Mereka sangat prihatin dengan meningkatnya krisis kemanusiaan dan pembatasan yang dilakukan Israel yang mencegah lebih banyak bantuan masuk melalui jalur darat.
Australia juga telah mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan pendanaan kepada badan bantuan PBB untuk Palestina.
Baca Juga: Resep Udang Telur Asin Lezat dan Praktis, Favorit Menu Buka Puasa Rumahan
Selain itu, mereka juga menjanjikan dana tambahan kepada UNICEF untuk menyediakan layanan darurat di Gaza.
Dilansir inNalar.com dari independent.co.uk, sebuah kapal bantuan kemanusiaan yang memuat sekitar 200 ton makanan sedang dalam perjalanan menuju daerah kantong tersebut.
Tak hanya itu, Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk membangun dermaga sementara di Gaza untuk membawa makanan melalui laut.
AS juga bergabung dengan negara-negara lain untuk mengirimkan makanan ke wilayah utara yang terisolasi.
PBB pun telah memperingatkan bahwa seperempat penduduk Gaza menderita kelaparan.
Kementerian Kesehatan di wilayah tersebut mengatakan lebih dari 31.314 warga Palestina telah terbunuh.
Dari angka tersebut dua per tiganya adalah anak-anak dan perempuan.
Sementara itu, sekitar 1.200 orang telah tewas di Israel dan sebagian besarnya adalah warga sipil.
Hingga kini, sekitar 250 orang diculik dan diyakini Hamas masih menyandera sekitar 100 orang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi