

inNalar.com – Dunia jurnalis berduka setelah anggota dan rekan pers di Jalur Gaza dihantam bom roket Israel.
Israel menyerang dan menewaskan dua jurnalis yang sedang bertugas di lapangan pada Selasa, 10 Oktober 2023.
Serangan yang dilakukan israel ini sangat dikecam di kalangan dunia jurnalis yang sadar akan kebrutalan Israel karena telah melanggar Hukum Humaniter Internasional.
Adapun korban tewas yaitu dua orang Jurnalis bernama Saed Al-Taweel dan Mohammed Subeh.
Jenazah keduanya kini telah dimakamkan di lokasi pemakaman masal di Jalur Gaza.
Kala itu almarhum sedang mengembangkan tugas mulia meliput hal-hal yang tidak pernah dunia lihat dan selalu disembunyikan yaitu sisi kelamnya perlakuan Israel kepada Palestina.
Namun tiba-tiba serangan Israel langsung mengenai para jurnalis yang kala itu sedang bertugas di lapangan.
Kedua almarhum ditemukan dalam keadaan terluka parah akibat terkena ledakan bom roket, hingga jaket identitas pers yang digunakan dipenuhi dengan darah dan rusak.
Dilansir dari Aljazeera, terlihat sejumlah anggota pers membopong rekan mereka yang terjatuh dan terkena ledakan akibat serangan Israel.
Beberapa terlihat ada yang mengalami luka ringan dan berat, hingga meninggal dunia.
Hingga pada Rabu, 11 Oktober 2023 jumlah korban tewas dari anggota pers bertambah yakni menjadi 7 orang.
Kemungkinan jumlahnya masih bisa terus bertambah mengingat serangan Israel yang masih terus menghujani Jalur Gaza dan para Jurnalis yang terluka berat.
Terlihat dari beberapa jenazah yang diangkut dan ditutup dengan kain putih untuk selanjutnya disholatkan dan dimakamkan.
Para jurnalis yang berada di lokasi kejadian sangat berduka dengan tragedi ini karena harus memakan korban jiwa dari rekan pers.
Protes pun dilayangkan oleh para jurnalis di lapangan karena tindakan Israel yang sangat brutal dan melanggar kode etik peperangan.
Sebab seorang jurnalis wartawan yang menggunakan identitas pers tidak boleh diserang, disekap, dan dibunuh oleh pihak manapun pada saat meliput situasi perang. ***