

inNalar.com – Konflik antara Israel dan Hamas semakin memanas, kali ini Israel kerahkan ribuan tentara di dekat Gaza.
Tentara tersebut dikerahkan Israel sebagai bentuk antisipasi atas perlawanan tiba-tiba Hamas di Gaza.
Sebelumnya, Hamas menyerang Israel dengan luncurkan 5000 roket pada 7 Oktober 2023.
Israel sendiri sudah melakukan perlawanan dan menghentikan pasokan listrik ke Gaza.
Sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa akan mengubah semua persembunyian Hamas di Gaza menjadi “puing-puing”.
Serangan udara dari Israel telah menewaskan lebih dari 400 orang dan merusak sejumlah bangunan dan rumah di Jalur Gaza.
Baca Juga: Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan Ultimatum Amerika Agar Tak Ikut Campur Perang Israel-Palestina
Meski PM Israel sebelumnya telah menyerukan penduduk Gaza untuk pergi dari wilayah tersebut, namun banyak warga Palestina yang tidak dapat menyelamatkan diri.
Banyak dari warga Palestina di Gaza yang meninggalkan rumah dan mengungsi di sekitar 64 sekolah yang ada di wilayah pesisir tersebut.
Salah satu penduduk Gaza melalui Al Jazeera mengatakan bahwa ia mencoba berlindung di sekolah yang dikelola oleh PBB bersama dengan keluarga lain.
Baca Juga: Bantu Lawan Hamas, AS Kirim Pesawat Tempur dan Kapal Induk Militer untuk Lindungi Warga Israel
Namun, serangan yang dilakukan Israel ialah pengeboman tanpa pandang bulu sehingga tidak ada tempat lagi untuk berlindung.
Hamas masih melakukan aksi Operasi Badai Al-Aqsa dan dilansir dari Al Jazeera Hamas menahan lebih dari 100 orang dan salah satunya ialah Perwira Senior Israel.
Juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus mengatakan bahwa ia telah mengumpulkan 100 ribu tentara cadangan di dekat Gaza.
Tentara tersebut dipersiapkan untuk perang yang sedang berlangsung dengan Hamas.
Conricus juga ingin memastikan bahwa Hamas tidak akan mampu memerintah di Jalur Gaza dan pasukan Israel sedang memburu pejuang Palestina terakhir yang menyusup ke selatan Israel.
Hingga saat ini angka kematian korban konflik Hamas-Israel mencapai 1100 jiwa dan ribuan lainnya luka-luka.
Setidaknya ada 700 korban meninggal dari Israel dan lebih dari 400 orang meninggal di Gaza.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi