Israel Fitnah Hamas Lagi, Kelompok Militan Palestina Dituduh Lakukan Tindakan Keji Terhadap Anak-anak

InNalar.com – Israel kembali menuding bahwa Hamas selaku kelompok militan Palestina telah melakukan tindakan keji terhadap anak-anak.

Sejak serangan yang dilakukan oleh Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 lalu, perang antara Israel vs Palestina hingga kini belum berakhir.

Baik Israel maupun Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya masih saling serang, yang menyebabkan banyaknya masyarakat sipil yang menjadi korban.

Baca Juga: Ramai Postingan Gambar Semangka di Media Sosial, Inilah Sejarahnya Sebagai Simbol Dukungan untuk Palestina

Tercatat korban yang berjatuhan kebanyakan yang berada di jalur Gaza dan wilayah lainnya.

Melansir dari Al Jazeera, tercatat ada sebanyak 9,061 masyarakat Palestina yang meninggal dunia akibat perang ini.

Dunia internasional pun mengecam tindakan para Zionis karena serangan yang dilancarkannya secara membabi buta menyebabkan banyaknya korban jiwa.

Baca Juga: Lagi! Muhammadiyah Kembali Berikan Bantuan Pada Palestina yang Jumlahnya Mencapai Rp40 Miliar

Sementara di pihak Israel belum memberikan rilis terbaru soal korban jiwa yang berjatuhan di kubunya.

Namun baru-baru ini mereka kembali membuat geger masyarakat karena mengklaim bahwa Hamas telah melakukan tindakan keji terhadap warganya.

Hal ini diungkapkan oleh Eylon Levy selaku juru bicara pemerintah Israel melalui akun X (twitter) pribadinya.

Baca Juga: Pertama Kali Sejak Perang Hamas – Israel 7 Oktober 2023, Mesir Membuka Perbatasan Rafah untuk 491 Warga Gaza!

Eylon Levy mengklaim bahwa Hamas telah melakukan kejahatan perang dengan melakukan tindakan keji terhadap anak-anak Israel.

Yakni Hamas menyiksa anak-anak di daerah Kibbutz Be’eri, hal ini diketahui dari temuan gigi para korban di tempat kejadian.

“Ini adalah anak-anak Israel yang dibunuh di Kibbutz Be’eri. Mereka disiksa, dimutilasi, dan kemudian dibakar hidup-hidup hingga meninggal dunia,” cuit Eylon Levy.

“Para arkeolog sedang memilah reruntuhan untuk menemukan gigi mereka. Ini adalah pembantaian Hamas pada 7 Oktober,” tambahnya.

Namun pernyataannya malah menuai nyinyirandan hujatan dari warganet, apalagi setelah muncul beberapa dokter gigi yang menyatakan pernyataan tersebut tak benar.

Menurut beberapa dokter gigi yang ikut memberikan komentar, bahwa klaim tersebut tak benar dan menjelaskan alasannya dengan singkat dan cukup detail.

“Dokter gigi di sini. Itu bukan gigi anak-anak, bahkan bukan gigi. Itu sebenarnya adalah bridge dan mahkota porselen. Anak-anak tidak diberikan keduanya. Gigi anak-anak lebarnya besar dengan akar yang sangat kecil. Jadi ini adalah ‘gigi palu dewasa’ dan gigi yang terbakar tidak terlihat seperti itu,” kata @UistOt7stan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh dokter gigi asal Malaysia @doktorrezz, yang juga mempertanyakan mengapa arkeolog berada di TKP.

Baca Juga: Bukan Starlink Punya Elon Musk, Ternyata Selama Ini Jaringan Internet di Gaza dari Provider Mulia Paltel

Sang dokter juga mengungkapkan bahwa memang benar bahwa bukti foto tersebut bukanlah gigi asli melainkan poselain.

Selain itu meski seorang korban terbakar, namun seharusnya gigi masih akan menempel pada tulang rahang, bukan berceceran.

Di samping itu juga ada dokter gigi lainnya yakni @JadFahs yang mengatakan hal yang sama.

Sejatinya ini bukanlah pertama kali Israel mencoba melakukan propaganda dengan menyebarkan fitnah kepada Hamas maupun kelompok militan Palestina lainnya.

Sebelumnya sempat ramai kabar bahwa Hamas telah melakukan kejahatan dengan membunuh puluhan bayi.

Namun kabar tersebut tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya dan tak pernah dibahas lagi oleh Israel.***

 

Rekomendasi