Israel Didesak Gunakan Bom Nuklir Demi Habisi Hamas, Palestina Bisa Langsung Hancur Lebur!

InNalar.com – Israel dikabarkan bisa saja menggunakan bom nuklir demi habisi kelompok militan Hamas dan membuat Palestina bisa rata dengan tanah.

Terhitung lebih satu pekan sudah perang antara Israel vs Palestina terjadi, usai serangan dadakan yang dilakukan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Serangan dadakan Hamas pun membuat Israel murka dan terus melancarkan serangan ke jalur Gaza, Palestina.

Baca Juga: Investasi Capai Rp21,26 Trilliun, Proyek Jalan Tol JORR Obati Kemacetan Jabodetabek, Berapa Panjangnya?

Amarah yang ditunjukkan oleh pihak lawan pun tak main-main, buktinya dengan memberikan serangan bertubi-tubi.

Serangan udara nampaknya tidak cukup bagi Israel untuk membalaskan dendam rasa sakit mereka.

Bahkan baru-baru ini salah satu anggota parlemen Israel mendesak pemerintahnya untuk mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir.

Baca Juga: Bagian dari Peradaban Atlantis? Ungkap Tembok Raksasa Misterius di Laut Papua yang Panjangnya Hingga 110 km

Melansir dari Business Insider, hal ini disampaikan oleh Revital Gotliv selaku salah satu anggota parlemen Israel.

Gotliv sendiri merupakan pejabat yang berasal dari parai politik yang sama dengan Benjami Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel.

Gotliv menganjurkan pemerintahnya untuk menurunkan ‘senjata kiamat’ yakni rudal balistik Jericho.

Baca Juga: Terbesar se-Indonesia, Waduk di Jawa Barat Ini Ternyata Ada Sejak Era Presiden Soeharto, Coba Tebak!

Rudal blasitik Jericho sendiri merupakan salah satu senjata nuklir yang dmiliki oleh Israel saat ini.

Hal ini diungkapkan oleh Gotliv karena menilai bahwa negaranya harus bersikap tanpa ampun saat berhadapan dengan Hamas selaku kelompok militan Palestina.

Baginya, serangan nuklir tersebut bisa memulihkan martabat, kekuatan dan keaman Israel dengan cara memberikan hari kiamat bagi Hamas.

Di sisi lain, berdasarkan infromasi tambahan dari Relief Web, Israel telah menjatuhkan setara dengan seperempat bom nuklir ke Palestina.

Hal ini diungkapkan oleh Euro-Med selaku Pemantau Hak Asasi Manusia di dunia.

Menurut pantauan mereka, setidaknya ada 14 warga palestina yang terbunuh setiap jamnya.

Berdasarkan catatan per 14 Oktober lalu, ada sebanyak 6.000 bom yang dijatuhkan di wilayah padat penduduk.

Selain itu tentara Israel telah mengahancurkan 2.650 bangunan tempat tinggal, dan merusak 70.000 unit rumah serta ada 65 gedung pemerintahan hancur.

Selain itu sedikitnya ada 71 sekolah dan 145 fasilitas industri, 61 kantor pusat media, 18 masjid dan puluhan gereja hancur parah.

Padahal masyarakat di jalur Gaza tidak memiliki tempat berlindung yang aman sehingga bak menjadi wilayah kematian yang tidak bisa dihindari.

Tak tanggung-tanggung, Tentara Israel bahkan memperingatkan empat rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Kamal Adwan, Rumah Sakit Al-Awda.

Lalu Rumah Sakit Al-Quds, dan Rumah Sakit Yordania, untuk mengevakuasi mereka dari Gaza dan wilayah utara.

Tentu aksi tentara Israel menuai kecaman dunia karena banyaknya warga Palestina yang terbunuh dengan alih-alih mengincar kelompok militan Hamas.***

 

Rekomendasi