Israel Diam-diam Khianati Amerika Serikat, Ternyata Serang Palestina Tanpa Persetujuan Biden?

InNalar.com – Viral kabar bahwa Israel diam-diam khianati Amerika Serikat dengan melancarkan serangan ke Palestina tanpa persetujuan.

Tercatat sudah lebih dari 45 hari perang antara Israel vs Palestina yang melibatkan Amerika Serikat berkecamuk.

Sejumlah fakta soal perang antara Israel vs Palestina yang disokong Amerika Serikat (AS) pun perlahan terungkap.

Baca Juga: Akhir Tahun Makin Cuan, PNS Golongan I-IV dengan Masa Kerja 10 Tahun Bakal Terima Gaji Segini, Buruan Cek!

Terbaru ialah viralnya kabar bahwa serangan IDF – tentara Israel, yang melanggar perintah kubu Negeri Paman Sam.

Hal ini diketahui dari media Politico yang memberitakan kabar yang menjadi viral di media sosial.

Disebutkan bahwa ternyata AS memberikan lokasi kelompok kemanusiaan di Gaza untuk mencegah serangan terhadap fasilitas mereka.

Baca Juga: Pinjam Rp23 Triliun dari Bank China, Proyek Tol Jambi-Rengat di Trans Sumatera Bakal Tebas 736 Hektar Hutan

Namun Israel malah terus menyerang lokasi-lokasi tersebut hingga memicu banyak korban jiwa.

Informasi yang diberikan ialah termasuk koordinat GPS untuk sejumlah fasilitas medis dan informasi pergerakan kelompok bantuan kemanusiaan di Gaza.

Akan tetapi mereka secara kejamnya malah melancarkan serangan di dekat lokasi bantuan termasuk rumah sakit dengan dalih melawan Hamas.

Baca Juga: Alhamdulillah! PNS dan PPPK Mulai Setara, Simak Aturan Batas Usia Terbaru dalam UU ASN 2023

Meski demikian belum jelas apakah AS Menyusun daftar resmi larangan serangan atau hanya memberikan panduan saja.

Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat kepada publik menjelaskan menuduh bahwa Hamas telah bertindak licik.

Yakni menggunakan warga sipil sebagai perisai mereka dan mengoperasikan terowongan di bawah rumah sakit termasuk di Al Shifa Hospital.

Walau demikian, pemboman yang terus menerus dilakukan Israel terhadap fasilitas-fasilitas kemanusiaan ini menimbulkan banyak pertanyaan.

Meliputi apakah AS memiliki pengaruh politik yang diinginkan oleh banyak pejabat pemerintahan terhadap Israel.

Alhasil menjadi pertanyaan apakah tujuannya melindungi para relawan walau sebaliknya, dan salah satu prinsip dasar dalam hukum humaniter internasional.

Di sisi lain, terbaru ialah Israel, Hamas dan Amerika Serikat setuju untuk melakukan gencatan senjata selama beberapa hari.

Hingga saat ini korban khususnya yang ada di jalur Gaza sudah mencapai 14.000 orang yang meninggal dunia. Sedangkan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka. ***

 

Rekomendasi